Sukses

BI Kaji Kebijakan Antisipasi Pembayaran Dividen Perusahan

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) tengah melakukan kajian untuk pelonggaran kebijakan makro prudensial sebagai antisipasi penarikan dana besar-besaran oleh perusahaan-perusahaan di Indonesia. Penarikan dana ini untuk membayar dividen.

Gubernur BI Agus Martowardojo menjelaskan, para triwulan I kebutuhan likuiditas perusahaan untuk pembayaran dividen bisa menimbulkan risiko pada industri perbankan. Semakin tinggi kebutuhan dana perusahaan akan semakin tinggi pula risiko likuiditas.

"Kami yakin pembayaran dividen itu baik, tapi kami perlu jaga kesehatan institusi agar siap menghadapi tantangan di 2017-2019 ketika kondisi dunia ada ketidakpastian di AS, geopolitik di Eropa. Jadi suatu kebijakan terkait dengan pengelolaan dividen sedang kami kaji," papar Agus di Gedung Bank Indonesia, Kamis (16/2/2017).

Perkembangan ekonomi dan politik di Amerika Serikat (AS) juga menjadi menjadi perhatian lebih bagi BI. Di sektor ekonomi ada kemungkinan percepatan kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Sentral AS atau The Federal Reserve (the Fed).

Apa yang disampaikan Agus tersebut berdasarkan pidato Janet Yellen mengenai kemungkinan kebijakan yang akan diambil. Di AS sendiri akan ada pertemuan FOMC Meeting pada Maret 2017.

Risiko-risiko tersebut akan muncul bersamaan dengan jatuh tempo pembayaran dividen. Maka dari itu pelonggaran kebijakan makro prudensial menjadi cukup penting.

"Namun sebenarnya ekonomi Indonesia, dari segi fundamentalnya cukup kuat untuk menghadapi sentimen dari AS tersebut. Terlihat dari inflasi 2016 yang terjaga, dan berbagai indikator lainnya," tutup Agus.

Hanya saja, dalam kesempatan itu, Agus masih enggan memberikan kepastian apa kebijakan yang sedang dalam proses kajian dan kapan kebijakan itu akan dikeluarkan‎. (Yas/Gdn)

Artikel Selanjutnya
3 Emiten Masuk Jajaran Saham Paling Likuid di Bursa
Artikel Selanjutnya
IHSG Berpotensi Melemah, Awasi Saham Pilihan Ini