Sukses

Jelang Tutup Pekan, IHSG Diproyeksikan Turun

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan melemah pada perdagangan saham jelang penutupan pekan. IHSG diperkirakan bergerak di antara support 5.324 dan resistance 5.400.

Analis PT Reliance Securities Lanjar Nafi  menjelaskan, IHSG ditutup melemah tipis pada perdagangan saham kemarin. Di mana IHSG susut 2,67 poin ke level 5.377,99. "Indeks sektor pertanian menjadi penekan dengan melemah hampir 1 persen," kata Lanjar di Jakarta, Jumat (17/2/2017).

Padahal, data neraca perdagangan yang telah rilis cukup positif. Namun, hal itu tak bisa menahan aksi jual investor asing yang tercatat Rp 375,42 miliar. "Investor asing pun kembali melakukan aksi jual bersih sebesar Rp 375,42 miliar," kata dia.

Sementara, Bursa Asia ditutup variatif. Bursa saham Jepang mengalami pelemahan, sementara Bursa China menguat. "Nilai mata uang yen terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melonjak cukup tinggi seiring dengan naiknya treasury untuk pertama kalinya dalam seminggu menjadi faktor tekanan ekuitas di Jepang," ujar dia.

Lanjar memperkirakan IHSG bakal bergerak pada support 5.324 dan resistance 5.400. Ia merekomendasikan saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS), PT Pakuwon Jati Tbk (PWON), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), PT Kimia Farma Tbk (KAEF).

Untuk diketahui, Pada penutupan perdagangan saham, Kamis, 16 Februari 2017, IHSG turun tipis 2,67 poin atau 0,05 persen ke level 5.377,99.

Ada sebanyak 224 saham merosot sehingga menekan IHSG. Sedangkan 114 saham menguat dan 91 saham lainnya diam di tempat. IHSG sempat berada di level tertinggi 5.385,27 dan terendah 5.357,71.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 447.152 kali dengan volume perdagangan 25,9 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 9,3 triliun. (Amd/Gdn)

Artikel Selanjutnya
BEI Segera Ajukan Konsep Pra-Penutupan Perdagangan Saham ke OJK
Artikel Selanjutnya
Top 3: Utang Pemerintah Tembus Rp 3.672 Triliun sampai 31 Mei