Sukses

Pemerintah Kebut Pembentukan Badan Otoritas Labuan Bajo

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah terus mendorong terwujudnya Badan Otoritas Pariwisata Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Sebelumnya, pemerintah telah merealisasikan pembentukan Badan Otoritas Pariwisata Tanjung Kelayang Belitung dan Danau Toba Sumatera Utara.

Kementerian Pariwisata terus memantau perkembangan pembentukan otoritas tersebut secara mingguan. “Pekan lalu, kami sudah Rapat Koordinasi. Hasilnya terus ada perkembangan," kata Hiramsyah Sambudy Thaib, Ketua Pokja Tim Percepatan 10 Top Destinasi Kementerian Pariwisata, dikutip dari keterangan tertulis, Jumat (17/2/2017).

Draf Peraturan Presiden (Perpres) Badan Otorita Labuan Bajo sedang dalam tahap finalisasi. Draf tersebut sudah disesuaikan dengan rancangan final Perpres Borobudur yang sudah dirapatkan dengan beberapa menteri di UGM Yogyakarta.

“Lokasi delienasi ada dua, yaitu 20 hektare di Kawasan Batu Cermin di Labuan Bajo dan 400 hektare di Hutan Produksi Bowosie di Labuan Bajo. Keduanya akan dilakukan survei oleh Kemen ATR, Kemenkomar, Setkab, Dinas Kehutanan Prov NTT, Pemkab Manggarai Barat dalam waktu dekat,” jelas Shana Fatina, PIC Labuan Bajo.

Perkembangan di lapangan, Labuan Bajo merapatkan stakeholder program Created 6 Februari 2017 dengan Yayasan Indecon. Tujuannya, untuk penguatan kapasitas Tata Kelola Desa Wisata dan Unit Usaha (Pangan, Kriya, Pariwisata) untuk Manggarai Barat, Manggarai, Ngada.

“Disiapkan 8 desa wisata dengan masing-masing Lembaga Tata Kelola Pariwisata yang dibentuk swadaya oleh Desa dan dibina langsung dari Kemenpar,” ungkap Shana.

Pembukaan Festival Komodo 2017 sendiri sudah dilakukan 4 Februari 2017, diawali dengan pawai lintas organisasi mengarak Patung Komodo Raksasa, keliling Labuan Bajo berakhir di Batu Cermin.

Pembukaan oleh Bupati Manggarai Barat. Sepanjang satu bulan penuh akan ada kegiatan hiburan panggung rakyat, dan kegiatan siang hari seperti pemilihan duta wisata komodo, lomba voli pantai, lomba sampan, dan lainnya.

“Rencana penyelenggaraan kegiatan 4 Februari - 4 Maret 2017. Kemenpar akan mensupport kegiatan berupa merchandise dan artis utama pada penutupan acara,” ujar Shana.

Soal aksesibilitas, PT ASDP Indonesia Ferry, akan membangun dan mengelola Marina di Pelabuhan ASDP Labuan Bajo. Hotel dikelola oleh Patra Jasa. Kegiatan ini sebagai bentuk Sinergi BUMN. Ground Breaking direncanakan akhir Februari 2016 ini, menunggu jadwal Menteri BUMN dan Menteri Pariwisata

“Jetty Kampung Rinca juga akan dibangun dari CSR BUMN. Program pembangunan jetty ini belum jalan, karena ada persoalan administrasi kontraktor yang belum selesai,” tutur dia. (Gdn/Nrm)

 

Artikel Selanjutnya
Pengusaha Minta Pemerintah Perbaiki Mata Rantai Tol Laut
Artikel Selanjutnya
Bantu Rohingya, Indonesia Dirikan 2 Sekolah dan 1 Rumah Sakit