Sukses

Wall Street Menguat dengan Indeks Dow Cetak Rekor

Liputan6.com, New York - Wall Street berakhir menguat dengan indeks Dow memperpanjang rekor keuntungan dalam 11 hari, seiring kenaikan utilitas.

Indeks utama Wall Street telah mencetak rekor sejak terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat (AS). Hal ini didorong janji Trump untuk memberikan reformasi pajak, pengurangan pajak dan peningkatan belanja infrastruktur.

Melansir laman Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average DJI naik 11,44 poin atau 0,05 persen menjadi 20.821,76. Sementara indeks S&P 500 naik 3,53 poin, atau 0,15 persen ke posisi 2.367,34 dan Nasdaq Composite menambahkan 9,80 poin atau 0,17 persen menjadi 5.845,31.

Utilitas naik 1,4 persen yang mencatatkan kinerja terbaik dari 11 sektor pada indeks S&P. Kenaikan terpicu perolehan kuartalan perusahaan Public Service Enterprise Group sebesar 3,1.

Ekuitas berada di wilayah negatif pada sebagian besar sesi perdagangan. Investor menjadi ragu setelah muncul komentar terbaru dari Trump yang menunjukkan jika kebijakan pro-pertumbuhan miliknya akan membutuhkan waktu panjang untuk implementasi.

Pada Kamis, Trump mengumumkan akan membawa jutaan pekerjaan kembali ke Amerika Serikat.

Sementara sektor keuangan yang sempat mencapai kinerja terbaik pada indeks S & P sejak pemilihan presiden, kini justru terlihat membebani dua indeks Dow dan S&P 500 dengan penurunan 0,75 persen karena imbal hasil treasury yang melemah.

Kedua indeks juga terpengaruh penurunan saham Goldman Sachs sebesar 1,5 persen ke posisi US$ 247,35 setelah Berenberg memangkas rating penjualan saham.

"Sentimen tampaknya membaik lebih cepat daripada aktivitas yang sebenarnya, jadi kami telah melihat mungkin akan ada valuasi sedikit di depan," kata Brant Houston, Managing Director Atlantic Trust Private Wealth Management di Denver.

Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin mengatakan, jika langkah-langkah kebijakan mungkin akan hanya memiliki dampak terbatas tahun ini. Investor akan mencari kejelasan tentang rencana Trump pada Selasa ketika ia membahasnya bersama Kongres.

Adapun saham yang mencetak penurunan antara lain milik Hewlett Packard Enterprise yang turun 6,9 persen menjadi US$ 22,96 setelah perusahaan memangkas perkiraan keuntungan setahun.

Sekitar 6,75 miliar saham berpindah tangan di bursa AS, dibandingkan dengan 6,8 miliar rata-rata harian selama 20 sesi terakhir.