Sukses

4 Trik Negosiasi Gaji

Liputan6.com, Jakarta - Saat proses melamar pekerjaan baik bagi mahasiswa baru lulus kuliah dan karyawan yang ingin pindah kerja tak lepas dari negosiasi gaji.

Melalui proses negosiasi gaji ini memang tidak mudah. Kadang perlu trik untuk mendapatkan gaji yang sesuai dengan pengalaman dan kemampuan Anda.

Wendi Weiner, salah seorang pengacara dan Forbes Career Coach menceritakan pengalamannya sebagai seorang pengacara dan menghabiskan waktu untuk negosiasi baik klaim asuransi dan lainnya turut membantu dia dalam negosiasi gaji.

Ia menuturkan, strateginya telah membantu dia untuk memungkinkan mendapatkan kenaikan gaji yang sesuai dan peran berikutnya dalam bekerja. Wendi mengatakan, kalau isu pencari kerja merasa mereka tidak dibayar sesuai dengan penghasilan yang layak. Namun, jika Anda belum memiliki pengalaman dan keahliaan memang sulit untuk mendapatkan "penghasilan yang layak" itu. Wendi menuturkan, pengalaman dan keterampilan menjadi pertimbangan dalam strategi negosiasi gaji.

Jadi bagaimana Anda bernegosiasi untuk mendapatkan gaji yang sesuai? Berikut tipsnya seperti dikutip dari laman huffington post, seperti ditulis Selasa (21/3/2017):

1. Tahu strategi

Wendi menuturkan, seperti negosiator yang baik, Anda harus punya rencana termasuk soal pembicaraan gaji. Untuk mengetahui informasi soal gaji tersebut, Anda perlu melakukan riset dari sejumlah pesaing perusahaan yang Anda lamar.

Selain itu, Anda juga perlu mengetahui berapa nilai atau penghasilan yang wajar sesuai dengan tingkat Anda. Informasi gaji tersebut juga kini bisa didapatkan di sejumlah situs. Wendi mengingatkan, gaji bukan tentang apa yang Anda pikir layak melainkan apakah perusahaan telah membayar karyawan dengan posisi dan keterampilan yang dimiliki.

1 dari 2 halaman

Pertimbangkan usulan

2. Jangan fokus pada gaji sekarang dan masa lalu

Wendi mengatakan, banyak profesional fokus terhadap gaji yang telah mereka dapat dan hasilkan. Para profesional itu hanya fokus pada gaji yang telah diterimanya ketimbang dari nilai pasar atau gaji yang selayaknya didapatkan di industri yang digelutinya.

Wendi menambahkan, jika Anda hanya fokus terhadpa gaji yang diterima sekarang maka akan timbulkan kekecewaan saat negosiasi. Anda sebaiknya juga dapat mempertimbangkan perusahaan sejenis dengan penghasilan yang ditawarkan. Selain itu jangan lupa untuk mempertimbangkan tunjangan tambahan antara lain bonus, tunjangan, waktu liburan, dan lainnya. Ini bukan hanya soal gaji Anda tapi juga perlu melihat gambaran dari seluruh paket kompensasi Anda.

3. Jangan lawan diri sendiri

Wendi menilai, seseorang kadang dapat memberi tawaran lebih rendah dalam proses wawancara. Dalam sebuah bisnis, saat bernegosiasi, bukan apa yang Anda pikir pantas. Menurut Wendi, biarkan sang pewawancara berikan kisaran penghasilan untuk Anda. Kemudian katakan kepada mereka, kalau Anda terbuka untuk negosiasi. Namun, Anda juga perlu menjelaskan soal bagaimana perkembangan di perusahaan tersebut. Kemudian memberikan rentang penghasilan lebih baik. Wendi menuturkan, ketika Anda memberikan kisaran juga tunjukkan fleksibilitas.

4. Pertimbangkan usulan

Bila calon atasan memberikan Anda tawaran untuk dipertimbangkan, ini memberikan Anda untuk mencoba negosiasi. Akan tetapi jangan sampai negosiasi gaji itu hingga alot. Berikan satu tawaran, kemudian buat keputusan Anda.

Gaji memang penting dalam pekerjaan dan karier, namun kebahagiaan merupakan tujuan jangka panjang Anda juga sama pentingnya. Mempertimbangkan semua pilihan sebelum membuat keputusan dan menerima tawaran gaji. Coba jangan takut untuk meminta beberapa hari untuk pertimbangkan penawaran itu. Kemudian putuskan dengan objektif dari pada impulsif. (Dian Ayu)

Artikel Selanjutnya
Langsung Bokek Pasca Lebaran? Ini 5 Trik Jitu Hadapinya
Artikel Selanjutnya
Kebiasaan Orang Sukses Saat Malam Hari