Sukses

Menunggu Pidato Trump, Bursa Asia Bergerak Campuran

Liputan6.com, New York - Bursa Asia bergerak campuran pada perdagangan Rabu pagi. Pelaku pasar menunggu pidato Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump di hadapan anggota kongres.

Mengutip CNBC, Rabu (1/3/2017), Indeks Nikkei Jepang naik 1,21 persen. Indeks Topix Jepang juga menguat 0,99 persen. Pendorong kenaikan bursa Jepang karena pelemahan yen sehingga mendorong penguatan saham-saham dari perusahaan yang berorientasi ekspor.

Saham Toyota naik 1,37 persen dan saham Sony menguat 1,32 persen. Selain itu, saham Panasonic juga melambung 1,42 persen.

Di Australia, bursa saham dibuka melemah. Indeks ASX 200 turun 0,36 persen pada perdagangan pagi ini. Saham-saham di sektor perbankan menjadi penekan bursa Australia.

Saham ANZ turun 0,16 persen dan saham Commonwealth Bank of Australia turun 0,27 persen. Tak berbeda jauh, saham National Australia Bank juga tergelincir 0,16 persen.

Untuk perdagangan saham di Korea Selatan tutup karena ada libur nasional.

Presiden AS Donald Trump dijadwalkan akan berpidato di depan kongres pada Selasa malam waktu setempat atau Rabu pagi ini. Pelaku pasar menunggu sinyal dari kebijakan ekonomi dari Trump.

Dalam kampanye, Trump menjanjikan akan menurunkan pajak baik untuk perusahaan maupun individu. Selain itu, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, Trump juga akan mendorong pembangunan infrastruktur.

"Pasar bursa Asia masih menunggu detail dari kebijakan ekonomi pemerintah AS. Setelah itu baru kemudian nanti menentukan posisinya," jelas Kepala Analis CMC Markets, Ric Spooner.

Selain itu, pelaku pasar juga masih menunggu kepastian dari kenaikan suku bunga Bank Sentral AS atau the Federal Reserve (the Fed). Sebelumnya Dewan Gubernur the Fed New York York William Dudley mengatakan bahwa Bank Sentral AS akan menaikkan suku bunga sesuai dengan rencana awal. (Gdn/Ndw)

Artikel Selanjutnya
Investor Antisipasi Pertemuan Trump-Xi Jinping, Bursa Asia Turun
Artikel Selanjutnya
Bursa Asia Menguat Jelang Rilis Data Ekonomi