Sukses

Bursa Asia Diperdagangkan Lebih Rendah di Akhir Pekan

Liputan6.com, Tokyo - Bursa Asia diperdagangkan lebih rendah di akhir pekan ini menyusul penurunan ekuitas AS meski indeks Dow Jones industrial masih ditutup menyentuh level di atas 21.000.

Melansir laman CNBC, Jumat (3/3/2017), indeks Jepang Nikkei diperdagangkan lebih rendah ke posisi 19.559,95. Ini setelah saham bank berjuang meraup keuntungan, dengan saham Mitsubishi UFJ turun 0,38 persen dan Mizuho diperdagangkan mendatar.

Sementara Yen diperdagangkan pada posisi 114,36 dolar, melemah dari level 111,60 pada awal pekan.

Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi turun 0,68 persen. Dan indeks Australia ASX 200 turun 0,97 persen, dengan sebagian besar sektor perdagangan tercatat lebih rendah.

Di pasar mata uang, indeks dolar menguat ke posisi 102,16  naik dari tingkat bawah 101,00 pada awal pekan ini. Ini imbas dari meningkatnya harapan jika Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunganya pada Maret.

Di antara mata uang lainnya, dolar Australia diperdagangkan pada posisi US$ 0,7567, euro di level US$ 1,0506 dan pound diambil US$ 1,2274.

Sebelumnya, Wall Street ditutup melemah pada sesi perdagangan kemarin, setelah menyentuh level tertinggi hari sebelumnya.

Melansir reuters, Wall Street diseret saham keuangan ke zona merah, sehingga sejumlah indeks saham Amerika Serikat mengalami pelemahan.

Dow Jones Industrial Average tuturn 112,58 poin atau 0,53 persen ke level 212.0002,97, kemudian S&P 500 kehilangan 14,04 poin atau 0,59 persen ke lvel 2.381,92, sementara Nasdaq Composite turun 42,81 poin ke level 0,73 persen ke level 5.861,22.

Kemarin, Wall Street mengalami kenaikan dan mencatatkan rekor penguatan setelah Presiden Donald Trump memberikan pidato di kongres Amerika Serikat.