Sukses

Pasar Ragukan Donald Trump Bikin Laju Bursa Asia Bervariasi

Liputan6.com, Tokyo - Bursa Asia melemah mengikuti Wall Street yang juga tergelincir di tengah kekhawatiran tentang kemampuan Presiden AS Donald Trump untuk fokus pada kebijakan ekonominya.

Sementara Euro merosot di tengah kekhawatiran jika calon Presiden Prancis yangn anti-Uni Eropa akan terpilih sebagai pemimpin negara ini berikutnya.

Melansir laman Reuters, Selasa (7/3/2017), indeks MSCI dari saham Asia Pasifik di luar Jepang bergerak datar, mempertahankan sebagian besar keuntungan yang diperoleh sejak Senin sebesar 0,36 persen.

Sedangkan indeks Nikkei Jepang turun lebih dari 0,1 persen, terdorong Yen. Adapun saham Australia naik 0,2 persen, menjelang pertemuan kebijakan bank sentral.

Sebelumnya, Wall Street ditutup lebih rendah, dengan indeks Dow Jones Industrial Average turun 71,65 poin atau 0,34 persen ke posisi 20.934,06.

Sementara indeks S&P 500 turun 11,79 poin atau 0,49 persen menjadi 2.371,33 dan Nasdaq Composite turun 29,37 poin atau 0,50 persen ke level 5.841,39.

Semua 11 sektor besar pada indeks S&P tercatat lebih rendah. Sektor keuangan yang mencapai laju paling tinggi pasca pemilu, membukukan penurunan terbesar.

Pasar bereaksi setelah Trump menandatangani revisi perintah eksekutif, yang efektif berlaku 16 Maret tentang larangan warga dari enam negara yang mayoritas Muslim untuk bepergian ke Amerika Serikat selama 90 hari.

Larangan baru ini muncul usai ada upaya penolakan di pengadilan, yang ingin menghilangkan Irak dari daftar negara yang dilarang masuk dan hanya berlaku untuk pemohon visa baru.

Pasar juga dipengaruhi tuduhan Trump jika ia disadap pendahulunya Barack Obama, tanpa diikuti bukti nyata.

Kondisi ini menimbulkan keprihatinan tentang kemampuannya fokus pada janji ekonominya seperti pemotongan pajak dan peningkatan belanja infrastruktur.

"Sementara kita tidak berpura-pura tahu bagaimana (politik) akan bermain dalam beberapa minggu mendatang dan bulan, kami menduga bahwa mereka akan terus mendominasi berita utama, yang mempengaruhi minat investor," ujar ekonom dalam sebuah catatan.

Pasar ikut mengkhawatirkan jika Alin Juppe akan memenangkan pemilihan putaran pertama mengalahkan calon presiden Prancis lainnya dari Partai Konservatif, Francois Fillon.

Ini usai terjadinya penggeledahan terhadap Fillon yang merupakan bagian dari investigasi adanya dugaan pekerjaan palsu yang diberikan kepada istrinya.