Sukses

Kemenperin Tawarkan Sejumlah Sektor Industri ke Investor Jepang

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan menawarkan sejumlah sektor industri sebagai peluang investasi bagi para investor Jepang. Selama ini, promosi peluang investasi di Indonesia ke negara tersebut kalah dibandingkan negara lain di ASEAN seperti Thailand dan Vietnam.

Direktur Jenderal Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional Kemenperin Harjanto mengatakan, pihaknya akan bekerja sama dengan The Japan External Trade Organization (Jetro) untuk mempromosikan peluang investasi di Indonesia kepada investor Jepang.

"Sekarang informasi tentang Indonesia di Jepang mulai kurang dibandingkan dengan beberapa negara ASEAN lain. Ini merupakan tawaran yang baik karena Jetro akan melaksanakan," ujar dia di Kantor Kemenperin, Jakarta, Selasa (7/3/2017).

Ada sejumlah peluang investasi di sektor industri yang akan dipromosikan di Jepang, seperti industri komponen, pengemasan, tekstil dan animasi. Sektor industri ini berkaitan dengan industri kecil dan menengah (IKM) di dalam negeri.

"Kita ingin menarik investasi di sektor menengah ke bawah, tekstil, permesinan tekstil, packaging, animasi, komponen untuk industri otomotif dan elektronik," kata dia.

Selain menawarkan peluang investasi, Indonesia juga akan menyiapkan kawasan industri yang siap menampung masuknya investasi tersebut. Kawasan industri yang akan ditawarkan yaitu di Lampung, Karawang, Balaraja dan Kendal.

"Kawasan industri kita yang sudah siap untuk datangkan investor kita bawa ke sana. Negara lain kalau bawa ke Jepang mereka sudah siapkan kawasannya, dengan siapa dealing. Ini kita akan bawa beberapa kawasan industri seperti di Lampung, Karawang, Balaraja dan Kendal," jelas dia.

Dengan demikian, lanjut Harjanto, ketika mempromosikan peluang investasi Jepang, tidak hanya bicara soal iklim investasi di Indonesia tetapi diharapkan bisa langsung mencapai kesepakatan investasi.

"Jadi kita tidak hanya bicara iklim investasi, tapi kawasannya ada. Jadi bisa langsung ketemu dengan pemilik kawasan," tandas dia. (Dny/Gdn)

Artikel Selanjutnya
Punya Bisnis Serupa 7-Eleven, Ritel Ini Mampu Bertahan
Artikel Selanjutnya
Survei: CEO Perusahaan di China Kurang Yakin Ekonomi Global