Sukses

Investor Ambil Untung, Bursa Asia Tergelincir

Liputan6.com, New York - Bursa Asia bergerak melemah pada pembukaan perdagangan Rabu pekan ini. Investor melakukan aksi ambil untuk sebelum Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (the Fed) menaikkan suku bunga pada pekan depan.

Mengutip Reuters, Rabu (8/3/2017), indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang melemah 0,1 persen di awal perdagangan. Pada perdagangan sehari sebelumnya, indeks asia bursa Asia tersebut menguat cukup tajam.

Pelemahan bursa Asia ini mengikuti penurunan Wall Street yang tertekan akibat penurunan saham-saham sektor farmasi dan keuangan. Indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA) turun 29,58 poin atau 00,14 persen ke 20.924,76. Indeks S&P 500 kehilangan kekuatan 6,92 poin atau 00,29 persen menuju 2.368,39. 

The Fed akan mengadakan pertemuan pada pekan depan atau tepatnya pada 14 dan 15 Maret 2017. Dalam pertemuan tersebut Bank Sentral AS akan memutuskan akan menaikkan suku bunga acuan atau tidak.

Namun beberapa hari sebelumnya, sebagian pejabat Bank Sentral AS telah memberikan sinyal bahwa mereka akan menaikkan suku bunga tiga kali di tahun ini.

Berdasarkan riset perusahaan keuangan Societe Generale, tidak ada yang bisa membendung kenaikan suku bunga tersebut kecuali angka tenaga kerja yang akan keluar pada 10 Maret nanti sangat buruk. "Kenaikan suku bunga pada 15 Maret sudah sesuai dengan koridor yang ada," tulis riset tersebut.

Dengan adanya rencana tersebut, para pelaku pasar menjalankan aksi ambil untuk pada perdagangan di bursa Asia pagi ini. Memang, dalam perdagangan pekan lalu, bursa Asia terus berada di zona hijau.

Sentimen lain yang akan mempengaruhi pergerakan bursa Asia pada hari ini adalah data ekspor-impor China yang diperkirakan akan lebih baik jika dibandingkan dengan rilis sebelumnya. (Gdn/Ndw)

Artikel Selanjutnya
IHSG Menghijau Terangkat Sektor Infrastruktur
Artikel Selanjutnya
Bursa Asia Menguat di Tengah Kestabilan Dolar AS