Sukses

11 Calon DK OJK Jalani Wawancara, Ini Peserta Pertama

Liputan6.com, Jakarta - Firmanzah, Rektor Universitas Paramadina menjadi peserta pertama yang menjalani seleksi wawancara tahap IV pemilihan calon anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (DK OJK). Jadwal seleksi wawancara tersebut dimulai pada hari ini (9/3/2017) pukul 10.00 WIB.

Dari pantauan Liputan6.com, Jakarta, Firmanzah selesai melaksanakan seleksi wawancara sekitar pukul 11.15 WIB. Saat ditemui awak media, Staf Khusus Presiden bidang Ekonomi pada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono ini mengungkapkan perasaannya setelah berhadapan dengan 9 anggota Panitia Seleksi (Pansel) Pemilihan Calon Anggota DK OJK.

"Alhamdulillah semua bisa dijawab. Tadi 45 menit di dalam, peserta lain menunggu di luar," ujar Firmanzah ditemui di kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis ini.

Rektor yang menyandang gelar Profesor termuda ini pun menjelaskan bahwa kehadiran anggota Pansel lengkap. Masing-masing anggota Pansel memberikan pertanyaan.

Firmanzah mengaku, dirinya melamar untuk posisi Anggota DK OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen. Itu opsi pertama. Sedangkan pilihan kedua, untuk posisi Bidang Pengawas Perbankan.

"Pertanyaannya seputar makalah, pengalaman di industri jasa keuangan, bagaimana memandang OJK, tantangan ekonomi ke depan, bagaimana mengoptimalkan peran OJK, soal integritas, leadership, dan lainnya," dia menerangkan.

Sebelum memulai seleksi wawancara, Firmanzah bilang tak ada persiapan khusus. "Persiapannya makan pagi dan minum kopi," candanya.

Sekadar informasi, jadwal Pansel Pemilihan Calon Anggota DK OJK akan mewawancarai 11 kandidat sejak pukul 10.00 WIB-19.30 WIB. Yang diagendakan pukul 10.WIB, Firmanzah, Samsul Hidayat, Tirta Segara.

Kemudian menyusul Dwityapoetra Soeyasa Besar, Edy Setiadi, Widyo Gunadi akan menjalani seleksi wawancara pukul 13.30 WIB. Dilanjutkan dengan mewawancarai Lucky Fathul Aziz Hadibrata, Riswinandi, Yohanes Santoso Wibowo pukul 16.00 WIB.

Pada malam hari pukul 19.30 WIB, dijadwalkan Pansel wawancara Adi Budiarso, dan Ahmad Hidayat. (Fik/Gdn)