Sukses

Orang Terkaya Dunia Ingin Bangun Kendaraan Super Cepat di Jakarta

Liputan6.com, New York - Perusahaan transportasi milik orang terkaya dunia, Elon Musk, Hyperloop Transportation Technologies (HTT) membidik Jakarta untuk membangun moda transportasi canggih. Hyperloop ingin membangun proyek transportasi yang menghubungkan Jakarta hingga Sumatera.

Perusahaan ini akan melakukan studi kelayakan dengan nilai US$ 2,5 juta. Studi kelayakan dilakukan untuk menentukan sistem ini bisa bekerja menghubungkan Jakarta, provinsi lain di pulau Jawa dan Sumatera.

Melansir CNBC, Kamis (9/3/2017), perusahaan milik Elon Musk ini melihat Jakarta potensial karena Hyperloop diyakini bisa menjadi solusi kemacetan, di samping sebagai alternatif transportasi jarak jauh yang cepat. Bahkan ini dinilai menjadi sistem kendaraan yang tercepat di dunia

Sistem transportasi berbentuk tabung yang bergerak menggunakan magent ini bisa melesat 750 mil per jam, mengalahkan kecepatan pesawat terbang. Waktu tempuh Jakarta-Yogyakarta hanya 25 menit, bandingkan dengan perjalanan darat menggunakan mobil yang bisa menghabiskan waktu 10 jam.

"Indonesia dan Jakarta itu salah satu daerah terpadat di dunia. Dengan kemacetan dan kepadatan menjadi masalah yang besar di sana, Hyperloop akan disambut baik untuk wilayah itu," kata Chairman HTT, Bibop Gresta.

Studi kelayakan atau feasibility study di Indonesia ini sejalan dengan beberapa kesepakatan yang sudah dicapai oleh HTT. HTT juga ingin membangun jalur di Bratislava, Slowakia dan Breno juga Praha di Republik Ceko. Selain itu, HTT juga membuka peluang untuk menghadirkan Hyperloop di Abu Dhabi. 

Untuk informasi, adalah moda transportasi masa depan yang menggunakan teknologi canggiih. bentuknya yang mehyerupai tabung bisa melesat melebihi kecepatan pesawat terbang.

Moda ini akan melesat dengan tahapan kecepatan yang digerakkan menggunakan motor elektrik dan peluncur di atas jalurnya menggunakan levitasi magnet. Moda ini juga bisa bergerak di atas dan di bawah tanah. Diharapkan sistem transportasi ini akan hemat energi dan tanpe pengemudi. 

Artikel Selanjutnya
8 Kota dengan Infrastruktur Terbaik di Dunia, Mana Saja?
Artikel Selanjutnya
Pemerintah Diminta Fokus Bangun MRT Ketimbang Hyperloop