Sukses

Dana Pensiun China Bisa Bangun Kota, Bagaimana Indonesia?

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah mendorong agar perusahaan yang mengelola dana pensiun (dapen) di Indonesia bisa turut serta dalam pembangunan infrastruktur. Pengelolaan dana pensiun di Indonesia saat ini masih konvensional sehingga kontribusi untuk pembangunan infrastruktur masih minim.

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Bambang Brodjonegoro menyayangkan minimnya kontribusi dana pensiun dalam infrastruktur. Dia pun bercerita saat perjalanan ke Bali, di mana dia menyempatkan diri untuk membaca surat kabar nasional. Dalam surat kabar tersebut, dia membaca salah satu bank pengelola dana pensiun mendapat untung Rp 1 triliun.

"Ada berita dapen salah satu bank BUMN, saya tidak mau sebut bicara untung Rp 1 triliun lebih. Terus dia bilang portofolio, kita masuk ke deposito, ke bonds, government and corporate. Satu lagi saham tapi sedikit. Itu saja Rp 1 triliun. Saya bayangin gitu saja ko bangga," kata dia dalam acara Underwriting Network di Bali, Jumat (10/3/2017).

Bambang mengaku heran, padahal seharusnya dana pensiun yang dihimpun oleh bank tersebut bisa dimasukin untuk pembangunan infrastruktur. Menurut dia, deposito mestinya tak menjadi andalan menimbang suku bunga bakal menurun.

"Masa sih sudah bangga naruh deposito, padahal tingkat bunga akan turun turus. Negara ini tidak bisa tumbuh kencang kalau bunga ketinggian," ungkapnya.

Dia pun memberikan contoh kesuksesan China dalam mengelola dana pensiun. China dengan National Council for Social Security Fund (SSF) bisa menghimpun dana sampai Rp 38.158 triliun. Sepertiga dana kelolaan itu atau sekitar Rp 12.638 triliun digunakan untuk infrastruktur.

Dana itu pun menjelma sebagai speedway di Chongqing dan subway di Shenyang. Kemudian, menjadi Shanty Town Rebuilding di Xi'an dan Yangpu Economic Zone di Hainan. "Dia levelnya bikin kota," tutur Bambang.

Tak jauh berbeda dengan Kanada. Ontario Teacher's Pension Plan (OTPP) yakni dana pensiun guru di Ontario mampu mengelola dana sampai Rp 2.249 triliun. "BPJS kita Rp 250 triliun, sepersepuluh guru Ontario, bayangkan, dan guru," ungkap dia.

Hebatnya, dana tersebut digunakan untuk pembangunan infrastruktur di Ontario bahkan sampai negara lain. Bambang bilang, dana itu juga digunakan untuk membeli sebagian surat utang pemerintah Indonesia.

"Waktu Saya Menteri Keuangan harus jualan government bond dan dibeli lumayan besar," kata dia.

Bahkan, Bambang mengatakan dana tersebut siap masuk ke infrastruktur Indonesia. "Saat ini dia siap memikirkan jalan tol di Indonesia," pungkas dia. (Amd/Gdn)

Artikel Selanjutnya
Respons Menko Darmin Saat Kena Isu Masuk Radar Reshuffle Kabinet
Artikel Selanjutnya
Perombakan Skema Tunjangan Kinerja Pegawai Pajak Berlaku 2018