Sukses

Harga Daging Sapi di Palangkaraya Mulai Merangkak Naik

Liputan6.com, Jakarta -  

Harga daging sapi mulai merangkak naik di Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Kondisi tersebut berbeda dengan di Jakarta. Harga daging di Jakarta cukup stabil di awal bulan puasa ini.

Pantauan Liputan6.com di Pasar Besar Palangkasari, Palangkaraya, Rabu(31/5), para pedagang mengakui adanya kenaikan harga daging sapi saat memasuki bulan suci Ramadan ini.

"Memang ada kenaikan tapi tidak drastis yakni baru sekitar Rp 5.000 per kilogram (kg) dari semula Rp 120 ribu per kg menjadi Rp 125 ribu per kg,"ujar Udin salah satu pedagang daging sapi di pasar tersebut. 

Ia memperkirakan, kenaikan harga daging sapi ini sedikit demi sedikit akan terus terjadi hingga nanti puncaknya mendekati Lebaran. "Dari pengalaman tahun sebelumnya bila masuk bulan puasa dan menjelang Lebaran biasanya terjadi kenaikan harga dan setelah Lebaran harga akan kembali normal,"ujarnya.

Anisa, warga Jalan Ramin, Panarung Palangkaraya mengaku bahwa kenaikan harga daging sapi ini sangat memberatkan. Alasannya, bila menjelang Lebaran kebutuhan masyarakat akan daging baik itu sapi atau ayam akan meningkat, sementara di sisi lain harganya semakin mahal.

"Menurut saya sebaiknya untuk mengantisipasi agar harga bisa stabil sebaiknya pemerintah melakukan pasar murah untuk rakyat atau operasi pasar supaya pedagang tak semaunya menaikkan harga,"ujarnya.

Kondisi di Palangkaraya ini berbeda dengan di Jakarta. Harga daging sapi segar di Jakarta masih stabil di kisaran Rp 120 ribu kg. 

Sutaryo (27), salah satu pedagang daging sapi di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan mengatakan, harga daging sapi dari pemotongan saat ini Rp 89 ribu per kg. "Sudah setahun harganya Rp 120 ribu per kg," ujar dia.

Harga daging sapi ini biasanya naik tiga hari sebelum Lebaran. Namun, ia memprediksi harganya tak sampai Rp 130 ribu per kg.

Artikel Selanjutnya
Harga Daging Kerbau asal India Naik, sedangkan Sapi Lokal Stabil