Sukses

Korsel Bidik Investasi Pembangkit Listrik US$ 200 Juta di RI

Liputan6.com, Jakarta Pengusahan Korea Selatan akan berinvestasi ke Indonesia di sektor energi dengan membangun pembangkit listrik. Nilai investasi tersebut sekitar US$ 200 juta.

Demikian disampaikan oleh Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong dalam acara Indonesia-Korea Business Summit di Hotel Shangri La Jakarta, Selasa (14/3/2017). Acara ini dihadiri oleh ratusan pengusaha Korea Selatan.

"Jadi minggu ini yang ekspektasi di sektor infrastruktur, pembangkit listrik, kayaknya ada beberapa memorandum of understanding (MoU) proyek yang akan diteken. Kira-kira US$ 200 juta," kata Thomas.

Thomas sendiri tak merinci proyek yang akan digarap oleh investor Korea Selatan itu. Namun, dia mengatakan, Korea Selatan memiliki hubungan yang baik dengan Indonesia dalam kerjasama di bidang bisnis.

"Tapi bagusnya kemitraan Korea Indonesia sudah berkelanjutan beberapa tahun. Tadi Pak Presiden mengangkat pabrik tekstil dan sepatu milik Korea mempekerjakan lebih 900 ribu pekerja kita. Dan terus terang pindah-pindah pabrik sepatu, tekstil dari Tiongkok ke Indonesia itu orang Korea," jelas dia.

Dalam acara ini, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan, Korea Selatan merupakan negara yang penting bagi Indonesia. Pasalnya, Korea merupakan salah satu investor terbesar di Indonesia.

"Korea adalah nomor tiga investor terbesar di Indonesia," kata dia.

Selama ini, Korea Selatan telah berkontribusi pada industri seperti baja, petrokimia, garmen. Namun, Jokowi bilang Indonesia memiliki potensi seperti industri kreatif dan pariwisata. Karena itu, dia juga mengajak para pengusaha untuk investasi di sektor itu.

"Kami sadar industri berubah dan kami terus menantikan perjalanan bersama Anda," tandas dia.