Sukses

Investor Menahan Transaksi, Bursa Asia Dibuka Melemah

Liputan6.com, Hong Kong - Bursa Asia bergerak melemah pada pembukaan perdagangan Rabu pekan ini. Investor sangat berhati-hati dalam bertransaksi sambil menunggu hasil rapat Dewan Gubernur Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed).

Mengutip Reuters, Rabu (15/3/2017), Indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang turun tipis 0,1 persen pada pembukaan perdagangan di kawasan Asia.

Indeks Nikkei Jepang dibuka turun 0,52 persen Sedangkan indeks Topix juga beringsut turun 0,41 persen. Bursa saham di Korea Selatan dan Australia juga dibuka melemah.

Pelaku pasar menunggu beberapa peristiwa penting dalam 36 jam ke depan. Salah satunya adalah rapat the Fed mengenai suku bunga acuan. Selain itu, pemilu di Belanda juga menjadi perhatian investor pada hari ini.

"Dalam jangka waktu pendek, beberapa peristiwa akan menentukan arah pasar saham ke depannya," jelas analis ANZ dalam catatannya kepada para investor. Data-data ekonomi masing-masing negara di Asia sepertinya belum cukup untuk mempengaruhi gerak bursa Asia.

Untuk diketahui the Fed mengadakan rapat untuk menentukan arah suku bunga pada 14 hingga 15 Maret waktu setempat. Para analis memperkirakan bahwa the Fed akan menaikkan suku bunga.

Dalam jangka panjang, analis memperkirakan the Fed akan menaikkan suku bunga sebanyak tiga kali dalam satu tahun ini.

Selain itu, Belanda juga melaksanakan pemilihan umum pada 15 Maret untuk memilih anggota legislatif yang akan duduk di parlemen. Pemilihan akan menjadi dasar masa depan Belanda dan juga Eropa.

Wakil dari partai liberal Mark Rutte dan kandidat sayap kanan Geert Wilders menjadi calon terdepan yang dijagokan mengisi kursi perdana menteri dan menjadi Kepala Pemerintahan Belanda.

Kedua sentimen tersebut akan mempengaruhi gerak bursa Asia dalam sehari ke depan. (Gdn/Ndw)

Artikel Selanjutnya
IHSG Menghijau Terangkat Sektor Infrastruktur
Artikel Selanjutnya
Bursa Asia Menguat di Tengah Kestabilan Dolar AS