Sukses

IHSG Naik Terbatas Jelang Hasil Pertemuan The Fed

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat terbatas pada awal sesi perdagangan Rabu pekan ini. Penguatan IHSG terbatas di tengah bursa Asia melemah.

Pada pra pembukaan perdagangan, Rabu (15/3/2017), IHSG naik tipi 2,09 poin atau 0,04 persen ke level 5.433,68. Pada pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG masih naik terbatas 3,74 poin atau 0,07 persen ke level 5.433. Indeks saham LQ45 mendaki 0,03 persen ke level 900. Sebagian besar indeks saham acuan bervariasi.

Ada sebanyak 76 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 44 saham melemah. 81 saham diam di tempat. Pada awal sesi ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.437 dan terendah 5.432,94.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 6.810 kali dengan volume perdagangan 283 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 171 miliar.

Secara sektoral, sektor saham sama-sama menguat dan melemah. Sektor saham perdagangan turun 0,45 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham infrastruktur tergelincir 0,13 persen. Sedangkan sektor saham aneka industri menguat 0,46 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Diikuti sektor saham keuangan naik 0,25 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham FPNI naik 19,87 persen ke level Rp 376 per saham, saham BINA mendaki 14,62 persen ke level Rp 376 per saham, dan saham MEDC menguat 6,61 persen ke level Rp 2.740 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham UNSP turun 15,60 persen ke level Rp 422 per saham, saham RIMO susut 8,26 persen ke level Rp 222 per saham, dan saham BRMS melemah 3,23 persen ke level Rp 90 per saham.

Sebagian besar bursa Asia tertekan. Indeks saham Hong Kong Hang Seng melemah 0,36 persen ke level 23.827, indeks saham Korea Selatan Kospi susut 0,18 persen ke level 2.129,99, indeks saham Jepang Nikkei tergelincir 0,31 persen ke level 19.548.

Selain itu, indeks saham Shanghai merosot 0,10 persen ke level 3.236, indeks saham Singapura melemah 0,43 persen ke level 3.129, dan indeks saham Taiwan melemah 0,12 persen ke level 9.732.

Analis PT Mandiri Sekuritas Hadiyansyah menuturkan, IHSG akan menguji level resistance 5.450. Sementara indeks sektor keuangan ditutup membuat level tertinggi baru. Pergerakan IHSG akan bergerak di kisaran 5.372-5.459 pada Rabu pekan ini.

Dalam laporan PT Ashmore Assets Management Indonesia, perdagangan saham kemarin IHSG naik 0,41 persen. IHSG naik didorong saham bank dan telekomunikasi. Perusahaan telekomunikasi mencatatkan kenaikan didorong kinerja yang bagus dari PT Indosat Tbk. Indosat catatkan laba Rp 1,1 triliun. Pendapatan naik menjadi Rp 24,1 triliun.

Sedangkan dalam laporan DBS Indonesia, IHSG ditutup di level tertinggi sepanjang 2017 di kisaran 5.431. Nilai transaksi Rp 13,5 triliun. Sedangkan kenaikan indeks saham didukung investor asing beli saham Rp 456 miliar.

Bursa saham Amerika Serikat (AS) alami koreksi kemarin jelang hasil bank sentral AS atau the Federal Reserve pada hari kedua. Ekspektasi investor akan ada kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin. Kemudian investor akan mencermati petunjuk berapa kali suku bunga the Federal Reserve akan dinaikkan pada 2017.

Selain itu, anggaran Donald Trump untuk fiskal 2018 diharapkan rilis pada Kamis pekan ini. Trum mengatakan akan anggarkan US$ 54 miliar untuk belanja pertahanan.

Artikel Selanjutnya
IHSG Berpotensi Menguat, Cermati Saham Pilihan Ini
Artikel Selanjutnya
Bursa Asia Menguat Ditopang Keputusan The Fed