Sukses

Investor Antisipasi The Fed, IHSG Konsolidasi

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bervariasi pada perdagangan saham Rabu pekan ini. Meski demikian, pergerakan IHSG konsolidasi pada akhir perdagangan.

Pada penutupan perdagangan saham, Rabu (15/3/2017), IHSG naik tipis 0,79 poin atau 0,01 persen ke level 5.432,38. Indeks saham LQ45 turun 0,20 persen ke level 898,43. Sebagian besar indeks saham acuan melemah.

Ada sebanyak 164 saham melemah sehingga membuat IHSG nyaris ke zona merah. Sedangkan 142 saham menguat dan 119 saham diam di tempat.

IHSG sempat berada di level tertinggi 5.447,48 dan terendah 5.424,51 pada Rabu pekan ini. Transaksi saham pun cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 307.233 kali dengan volume perdagangan 11,6 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 5,2 triliun.

Investor asing mencatatkan aksi beli sekitar Rp 201 miliar di seluruh pasar. Tercatat posisi dolar Amerika Serikat (AS) di kisaran Rp 13.358.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham melemah kecuali sektor saham tambang naik 0,69 persen, yang catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham keuangan dan perdagangan masing-masing naik 0,28 persen. Sedangkan sektor saham perkebunan mendaki 0,65 persen, dan mencatatkan penguatan terbesar. Kemudian sektor saham barang konsumsi menguat 0,21 persen.

Saham-saham lapis kedua dan ketiga catatkan penguatan. Saham BCIP menguat 34,75 persen ke level Rp 190 per saham, saham NAGA melonjak 32,58 persen ke level Rp 175 per saham, dan saham FPNI mendaki 25 persen ke level Rp 390 per saham.

Selain itu, saham-saham yang tertekan antara lain saham BBLD tergelincir 23,31 persen ke level Rp 625 per saham, saham UNSP merosot 20,40 persen ke level Rp 398 per saham, dan saham SAFE turun 17,43 persen ke level Rp 180 per saham.

Sebagian besar bursa Asia melemah. Indeks saham Hong Kong Hang Seng merosot 0,15 persen ke level 23.792, indeks saham Korea Selatan Kospi turun 0,04 persen ke level 2.133, indeks saham Jepang Nikkei turun 0,16 persen ke level 19.577.

Selain itu, indeks saham Singapura tergelincir 0,19 persen ke level 3.137,43 dan indeks saham Taiwan merosot 0,04 persen ke level 9.740. Sedangkan indeks saham Shanghai naik 0,08 persen ke level 3.241.

Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menuturkan, IHSG cenderung konsolidasi. IHSG sempat menguat, menurut William ditopang dari data ekonomi Indonesia yaitu neraca dagang tercatat surplus US$ 1,3 miliar pada Februari. Ditambah harga minyak sempat naik pada awal sesi perdagangan Rabu pekan ini.

"Dari global pelaku pasar juga menanti kebijakan soal suku bunga. Termasuk juga suku bunga acuan Bank Indonesia," ujar William saat dihubungi Liputan6.com.

Pada 14-15 Maret 2017, bank sentral Amerika Serikat atau the Federal Reserve melakukan pertemuan. Diperkirakan The Federal Reserve menaikkan suku bunga.

Artikel Selanjutnya
Bursa Asia Tertekan, IHSG Turun 31 Poin
Artikel Selanjutnya
Sentimen The Fed Angkat IHSG 53 Poin