Sukses

Bukit Asam Kantongi Pendapatan Rp 14,05 Triliun

Liputan6.com, Jakarta - PT Bukit Asam Tbk (PTBA), perusahaan batu bara milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mencatatkan laba bersih Rp 2 triliun pada 2016. Pencapaian laba itu turun tipis dari periode sama sebelumnya Rp 2,03 triliun.

Sedangkan pendapatan tumbuh 1,54 persen menjadi Rp 14,05 triliun pada 2016 dari periode sama tahun sebelumnya Rp 13,84 triliun. Laba kotor perseroan naik menjadi Rp 4,40 triliun. Sedangkan laba usaha naik menjadi Rp 2,53 triliun. Dengan melihat kondisi itu, laba per saham naik menjadi 952.

Total aset perseroan mencapai Rp 18,58 triliun atau naik 10 persen dibandingkan periode sama tahun 2015 sebesar Rp 16,89 triliun. Sedangkan posisi saldo kas dan setara kas per 31 Desember 2016 menjadi Rp 3,67 triliun atau naik 17,9 persen dari Rp 3,12 triliun.

Harga jual rata-rata terhitung pada Januari-Desember 2016 sebesar Rp 676,01 per ton dibandingkan periode sama 2015 sebesar Rp 707,05. Harga jual rata-rata ekspor periode Januari-Desember 2016 sebesar US$ 54,46 per ton dari harga periode sama tahun 2015 sebesar US$ 59,10 per ton.

"Masih membaiknya harga jual rata-rata pada 2016 karena Perseroan melakukan langkah strategis untuk beralih dari strategi market driven menjadi product driven," tulis manajemen, seperti ditulis Kamis pekan ini.

Ada pun produksi dan pembelian batu bara Perseroan mencapai 20,8 juta ton pada periode Januari-Desember 2016. Total produksi batu bara tercapai 19,6 juta ton dibandingkan 2015. Sedangkan pembelian tercapai 1,2 juta ton. Volume penjualan periode Januari-Desember 2016 mencapai 20,7 juta ton dari periode 2015 sebesar 19,1 juta ton. Di tengah lesunya permintaan ekspor batu bara, PT Bukit Asam Tbk meningkatkan penjualan domestik menjadi sebesar 12,3 juta ton.

Pada 2017, PT Bukit Asam Tbk menganggarkan investasi Rp 4,45 triliun. Anggaran itu untuk investasi rutin sebesar Rp 4,45 triliun dan sisanya Rp 2,4 triliun untuk investasi pengembangan.

Selain itu, perusahaan jasa pertambangan PT Satria Bahana Sarana yang telah diakuisisi pada 21 Januari 2015 melalui anak usahanya PT Bukit Multi Investama ditargetkan produksi sebesar 36 juta BCM (bank cubic meter).

Artikel Selanjutnya
Intip 2 Kinerja Emiten BUMN Tambang hingga Semester I
Artikel Selanjutnya
Semester I 2017, Laba 118 BUMN Stagnan