Sukses

Sentimen The Fed Angkat IHSG 53 Poin

Liputan6.com, Jakarta - Sentimen kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve masih memberikan sentimen positif KE Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga penutupan  sesi pertama perdagangan saham Kamis pekan ini.

Pada penutupan perdagangan saham sesi pertama, Kamis (16/3/2017), IHSG naik 53,67 poin atau 0,99 persen ke level 5.486,05. Indeks saham LQ45 menguat 1,38 persen ke level 910. Sebagian besar indeks saham acuan menguat kecuali indeks saham DBX tergelincir 0,18 persen ke level 877,45.

Ada sebanyak 199 saham menghijau sehingga mendorong IHSG melesat. Sedangkan 94 saham melemah dan 99 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai di sesi pertama. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 208.302 kali dengan volume perdagangan 27 miliar saham.

Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 3,7 triliun. Investor asing melakukan aksi beli sekitar Rp 117 miliar di seluruh pasar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) di kisaran Rp 13.328.

Secara sektoral, 10 sektor saham kompak menguat. Sektor saham aneka industri naik 2,34 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham infrastruktur mendaki 1,4 persen dan sektor saham tambang menguat 1,22 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham FPNI naik 24,62 persen ke level Rp 486 per saham, saham SMMT melonjak 20,63 persen ke level Rp 152 per saham, dan saham PORT mendaki 19,63 persen ke level Rp 640 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham RIMO merosot 25 persen ke level Rp 195 per saham, saham CANI turun 25 persen ke level Rp 420 per saham, dan saham ASJT tergelincir 8,26 persen ke level Rp 500 per saham.

Di bursa Asia kompak menghijau. Indeks saham Hong Kong Hang Seng naik 1,36 persen ke level 24.120, indeks saham Korea Selatan Kospi mendaki 0,57 persen ke level 2.145, indeks saham Jepang Nikkei menguat 0,13 persen ke level 19.602.

Selain itu, indeks saham Shanghai mendaki 0,73 persen ke level 3.265, indeks saham Singapura menguat 0,67 persen ke level 3.158, dan indeks saham Taiwan naik 0,87 persen ke level 9.827.

Kepala Riset PT Bahana Securities Harry Su menuturkan, nilai tukar rupiah, obligasi dan IHSG akan positif usai the Fed menaikkan suku bunga 25 basis poin menjadi 0,75 persen-1 persen. Hal ini sesuai dengan harapan pelaku pasar.

Di sisi lain, pejabat the Federal Reserve juga memberikan pernyataan yang cenderung kurang agresif. Dengan kenaikan tersebut, dolar AS turun tajam dan imbal hasil obligasi turun 10 bps.

Artikel Selanjutnya
IHSG Naik Terbatas di Awal Sesi Perdagangan
Artikel Selanjutnya
Investor Antisipasi The Fed, IHSG Konsolidasi