Sukses

Bank Indonesia Tahan Bunga Acuan di 4,75 Persen selama 5 Bulan

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) kembali menahan suku bunga acuan pada Maret 2017. Dengan keputusan ini, BI telah menahan suku bunga acuan selama lima bulan.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Tirta Segara menjelaskan, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 15 dan 16 Maret 2017 memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI 7-day RR Rate) tetap sebesar 4,75 persen.

Dalam RDG BI tersebut juga ditetapkan suku bunga Deposit Facility tetap sebesar 4 persen dan Lending Facility tetap sebesar 5,50 persen. Keputusan tersebut berlaku efektif mulai 17 Maret 2017.

Keputusan tersebut konsisten dengan upaya Bank Indonesia menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan dengan tetap mendukung momentum pemulihan ekonomi domestik. 

Bank Indonesia tetap mewaspadai sejumlah risiko jangka pendek ke depan baik global dan domestik. Risiko global antara lain risik okenaikan inflasi global dan dampak kenaikan suku bunga Bank Sentral AS serta risiko geopolitik Eropa. "Sedangkan risiko domestik yang tetap dicermati adalah kenaikan angka inflasi akibat dampak penyesuaian admintred prices," jelas Tirta di Gedung BI, Jakarta, Kamis (16/3/2017).

Keputusan BI ini sesuai dengan perkiraan para ekonom. "BI akan tetap memeprtahankan itu (bunga acuan)," kata Ekonom dari Universitas Gadjah Mada Tony Prasetyantono kepada Liputan6.com, Kamis (16/3/2017).

Alasan Tony, saat ini‎ Fed Fund Rate (FFR) telah naik dari 0,75 persen menjadi 1 persen. Hanya saja di sisi lain inflasi masih cukup terjaga, cadangan devisa juga meningkat ke US$ 129 miliar dan neraca perdagangan surplus‎. "Jadi BI tidak akan menyesuaikan sekarang," tegas dia.

Senada dengan Tony, ‎Pengamat Ekonomi dari Economic Action Indonesia (EconAct) Ronny P Sasmita juga memperkirakan Gubernur Bank Indonesia Agus DW Martowardojo akan mempertahankan 7-day reverse repo rate.

Dia menuturkan, sebenarnya melihat berbagai kemungkinan ke depan, terutama dari kenaikan FFR yang diperkirakan lebih cepat dan sebanyak 3 kali di 2017, Bank Indonesia memiliki kemungkinan untuk menaikkan bunga acuan. (Yas/Gdn)

Artikel Selanjutnya
Wall Street Bergerak Mendatar
Artikel Selanjutnya
Pemerintah Putuskan Harga BBM, Elpiji dan Listrik Tak Naik