Sukses

Suku Bunga The Fed Angkat IHSG ke Level 5.518,2

Liputan6.com, Jakarta Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghijau pada penutupan perdagangan saham Kamis ini. Semua sektor saham menguat.

Pada penutupan perdagangan saham, Kamis (16/3/2017), IHSG menguat 85,8 poin atau 1,58 persen ke level 5.518,2. Indeks saham LQ45 naik 2,19 persen ke level 918,084. Sebagian besar indeks saham acuan menguat.

Ada sebanyak 187 saham menguat sehingga membuat IHSG ke zona hijau. Sedangkan 122 saham melemah dan 119 saham diam di tempat.

IHSG sempat berada di level tertinggi 5.518,24 dan terendah 5.458,4. Transaksi saham pun cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 371.006 kali dengan volume perdagangan 34,9 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7,8 triliun.

Investor asing mencatatkan aksi beli bersih sekitar Rp 1,75 triliun di seluruh pasar. Tercatat posisi dolar Amerika Serikat (AS) di kisaran Rp 13.339.

Secara sektoral, seluruh sektor saham menguat dipimpin aneka industri yang naik 3,92 persen, diikuti konsumer yang meningkat 1,83 persen, dan manufaktur naik 2,02 persen.

Adapun saham yang mencatat kenaikan seperti saham ASBI menguat 20,69 persen ke level Rp 350 per saham, saham ARII melonjak 20,51 persen ke level Rp 470 per saham, dan saham HOME mendaki 18,64 persen ke level Rp 280 per saham.

Sementara saham yang tertekan antara lain saham UNSP tergelincir 21,61 persen ke level Rp 312 per saham, saham HDTX merosot 15,25 persen ke level Rp 500 per saham, dan saham PRAS turun 11,43 persen ke level Rp 180 per saham.

Kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Federal Reserve (The Fed) tak berpengaruh besar kepada pasar modal. Hal ini tercermin dari laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang kembali menghijau di akhir sesi.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio sebelumnya mengatakan, hal ini terjadi karena pelaku pasar telah mengantisipasi kenaikan suku bunga itu. Suku bunga The Fed naik 0,25 persen menjadi 0,75 persen-1 persen.

Kenaikan IHSG, menurut Tito karena kinerja emiten yang cenderung membaik. Terutama, dari sektor perbankan yang mencatatkan kinerja mumpuni.

"Sementara ini (bank), karena banyak besar belum masuk, karena market cap gede belum banyak masuk," ungkap dia.

Artikel Selanjutnya
IHSG Menghijau Terangkat Sektor Infrastruktur
Artikel Selanjutnya
Bursa Asia Menguat di Tengah Kestabilan Dolar AS