Sukses

PLN Teken Proyek Listrik Rp 21,2 Triliun

Liputan6.com, Jakarta - PT PLN (Persero) mulai membangun pembangkit listrik berkapasitas 1.825,5 megawatt (MW) dan jaringan tranmisi 500 kiloVolt (kV) sepanjang 928 kilometer. Hal ini ditandai dengan penandatanganan 4 kontrak pembangkit listrik, 6 penunjukan (LOI) pembangkit, 6 kontrak pengadaan transmisi.

Total nilai investasi tersebut mencapai Rp 21,2 triliun. Rinciannya, Rp 13 triliun untuk investasi pembangkit (belum termasuk PLTD), transmisi Rp 2,1 triliun, dan biaya perawatan atau long term service agreement (LTSA) untuk 5 tahun senilai Rp 6 triliun.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, proyek ini merupakan bagian dari program pemerintah 35 ribu megawatt (MW). Dia bilang, proyek ini juga untuk mendorong elektrifikasi di semua wilayah Indonesia.

"Hal tersebut dalam rangka memenuhi kekurangan pasokan daya, menggantikan pembangkit BBM eksisting yang tidak efisien, menaikan rasio elektrifikasi pada daerah yang elektrifikasinya masih tertinggal dan meningkatkan kemampuan daya untuk daerah perbatasan serta pulau terluar," kata dia di Kantor Pusat PLN Jakarta, Jumat (17/3/2017).

Beberapa proyek yang diteken dalam kontrak ini di antaranya ialah PLTGU Muara Tawar. Pembangunan pembangkit listrik ini untuk memenuhi pasokan listrik di Jakarta dan sekitarnya.

Kemudian, PLTGMG Bangkanai 2 sebagai tambahan kapasitas untuk memenuhi kebutuhan listrik beban puncak sistem Barito. Bukan hanya itu, adapula mobile power plant (MPP) paket 3, 4, 5, dan 7 untuk mendukung akses listrik di wilayah Indonesia Timur.

"Penggunaan MPP dengan bahan bakar duel fuel sangat diperlukan karena manfaatnya sangat luas. Salah satunya menjawab kebutuhan listrik, kita dapat mengurangi penggunaan pembangkit listrik dengan bahan bakar minyak," ujar dia.

Berikut kontrak yang diteken serta penunjukan PLN

I. Empat kontrak proyek pembangkitan sebesar 927,5 MW :

1. Proyek PLTGU Muara Tawar Blok 2,3 & 4 Add On Project 650 MW

2. PLTMG Bangkanai (Peaker) Stage-2, 140 MW

3. MPP Paket 7 (Flores, Nabire, Ternate dan Bontang) total 100 MW

4. PLTD tersebar Lot I dan Lot ll total 37,5 MW

 

II. Enam Surat Penunjukan (LOI) proyek pembangkitan sebesar 898 MW:

1. PLTD tersebar Lot IV total 328 MW

2. MPP Paket 3 (Merauke, Biak, Tj. Selor, Seram dan Langgur) total 90 MW

3. MPP Paket 4 (Maumere, Bima, dan Sumbawa) total 140 MW

4. MPP Paket 5 (Bau-Bau, Ambon dan Jayapura) total 100 MW

5. PLTG/MG Riau Peaker 200 MW

6. PLTMG Kupang Peaker 40 MW

 

III. Enam kontrak pengadaan pembangunan transmisi 500 kV Jalur Utara Jawa

1. SUTET 500 kV Tx (Ungaran Pedan) Batang

2. SUTET 500 kV Batang Mandirancan Seksi 1

3. SUTET 500 kV Batang Mandirancan Seksi 2

4. GITET 500 kV Batang Ext

5. GITET 500 kV lndramayu

6. GITET 500 kV Cibatu Baru Ext

Artikel Selanjutnya
KemenPUPR Sudah Habiskan Rp 30,8 Triliun untuk Infrastruktur
Artikel Selanjutnya
Inggris Rogoh Rp 592 Miliar untuk Proyek Energi Bersih