Sukses

Transaksi Tembus Rp 12,7 Triliun, IHSG Cetak Rekor ke 5.540

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan kenaikan di zona hijau meski sempat bergerak di zona merah. Aksi beli investor asing yang masif dorong kenaikan IHSG.

Pada penutupan perdagangan saham, Jumat (17/3/2017), IHSG menguat 22,19 poin atau 0,40 persen ke level 5.540,43. Indeks saham LQ45 mendaki 0,52 persen ke level 922,89. Sebagian besar indeks saham acuan menguat.

Ada sebanyak 157 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 151 saham melemah. 114 saham lainnya diam di tempat. IHSG sempat berada di level tertinggi 5.557,97 dan terendah 5.499,38.

Total frekuensi perdagangan saham sebanyak 342.638 kali dengan volume perdagangan saham 12,5 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 12,7 triliun. Tercatat investor asing melakukan aksi beli Rp 2,26 triliun. Aksi beli itu terbesar pada 2017. Posisi dolar Amerika Serikat berada di kisaran Rp 13.339.

Secara sektoral, sebagian besar saham menguat Sektor saham tambang naik 1,4 persen, dan catatkan penguatan terbesar. Disusul sektor saham keuangan mendaki 1,06 persen dan sektor saham perdagangan menguat 1,03 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham MAMI melonjak 34,78 persen ke level Rp 93 per saham, saham FPNI melonjak 24,49 persen ke level Rp 605 per saham, dan asham UNSP mendaki 17,31 persen.

Selain itu, saham-saham yang tertekan antara lain saham RIMO merosot 34,87 persen ke level Rp 127 per saham, saham NAGA tergelincur turun 23,43 persen ke level Rp 134 per saham, dan saham ASBI tergelincir 14,29 persen ke level Rp 300 per saham.

Sebagian besar bursa Asia pun menguat. Indeks saham Hong Kong Hang Seng menguat 0,09 persen ke level 24.309, indeks saham Korea Selatan Kospi mendaki 0,67 persen ke level 2.164, dan indeks saham Singapura mendaki 0,30 persen ke level 3.173, dan indeks saham Taiwan naik 0,72 persen ke level 9.908.

Sementara itu, indeks saham Jepang Nikkei merosot 0,35 persen ke level 19.521, dan indeks saham Shanghai turun 0,96 persen ke level 3.237.

Analis PT NH Korindo Securities Bima Setiaji menuturkan pelaku pasar mengambil aksi ambil untung sempat menekan IHSG. Hal itu mengingat IHSG sudah naik tajam sejak perdagangan kemarin. Meski demikian, Bima melihat IHSG dapat melanjutkan kenaikan pada pekan depan asal didukung aksi beli investor asing.

Selain itu, investor global akan mencermati kondisi anggaran pemerintah Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald Trump akan menyerahkan susunan anggaran atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) AS kepada kongres.

 

Artikel Selanjutnya
Investor Asing Beli Saham, IHSG Turun Tipis
Artikel Selanjutnya
Investor Buru Saham, IHSG Cetak Rekor Lagi ke 5.676