Sukses

PLN Penuhi Janji pada Presiden Jokowi, Apa Itu?

Liputan6.com, Jakarta PT PLN (Persero) berhasil memenuhi janji ke Presiden Joko Widodo (Jokowi), yaitu menyelesaikan pembangunan delapan pembangkit listrik portabel (Mobile Power Plan/MPP) dalam enam bulan. Hari ini, pembangkit tersebut telah resmi dioperasikan.

Jokowi mengatakan, ‎saat melakukan peletakan batu pertama (ground breaking) pembangunan delapan MPP pada beberapa wilayah di Indonesia, dia menanyakan ke Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir terkait lama waktu penyelesaian pembangunannya.

"Saat saya ke sini (MPP Mempawah), meletakan batu pertama. Saat itu saya bertanya kapan selesai mobile power plant yang sedang proses dibangun?" kata Jokowi, di MPP Mempawah 4x25 MW, Desa Jungkat, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat ( 18/3/2017)‎.

Jokowi melanjutkan, pertanyaannya tersebut dijawab oleh Sofyan, yang sanggup menyelesaikan pembangunan delapan proyek MPP dalam waktu enam bulan setelah ground breaking dan saat ini kesanggupan tersebut telah dibuktikan.

"Disampaikan Dirut PLN waktu itu, 6 bulan pak, janji? janji pak, dan saat ini sudah selesai," tutur Jokowi.

Direktur Utama PLN Sofyan Basir mengatakan, pembangunan pembangkit tersebut berhasil diselesaikan PLN, dengan menugasan anak perusahaannya yakni Bright Batam.

Delapan unit Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) ini, merupakan bukti komitmen PLN dalam percepatan program 35 ribu MW untuk peningkatan rasio elektrifikasi tanah air sebesar 99,7 persen pada 2019.

“Kami berharap dengan adanya 8 tambahan MPP tersebar berkapasitas total 500 MW ini bisa menambah keandalan sistem kelistrikan terutama di NTB, Sumatera Utara, Lampung, Bangka Belitung, Pekanbaru Riau serta kalimantan Barat. Ketersediaan energi listrik sangat strategis karena berdampak pada perkembangan investasi daerah dan perekonomian masyarakat,” Ujar Sofyan.

Adapun ke 8 MPP tersebut yakni:

1. MPP Jeranjang-Lombok dengan kapasitas 2 x 25 MW, beroperasi sejak tanggal 27 Juli 2016.

2. MPP Air Anyir-Bangka dengan kapasitas 2x25 MW beroperasi sejak 13 september 2016.

3. MPP Tarahan-lampung berkapasitas 4x25 MW, beroperasi sejak 29 september 2016.

4. MPP Nias berkapasitas 1x25 MW, beroperasi pada 31 oktober 2016.

5. MPP balai Pungut-Riau berkapasitas 3x25 MW, mulai beroperasi sejak 13 November 2016.

6. MPP Suge-Belitung berkapasitas 1x25 MW, beroperasi pada 22 November 2016.

7. MPP Paya Pasir-Medan berkapasitas 3x25 MW, beroperasi sejak 9 desember 2016.

8. MPP Pontianak kapasitas 4x25 MW, beroperasi pada 8 November 2016.

Artikel Selanjutnya
Jokowi Larang Menteri Kampanye, Ini Kata Mendagri
Artikel Selanjutnya
Jokowi: Menteri Fokus Kerja, Jangan Belum Sudah Kampanye