Sukses

Top 3: Uni Emirat Arab Bakal Beli Kapal Perang Buatan RI

Liputan6.com, Jakarta Sebenarnya industri kelautan Indonesia sudah mulai diakui dunia. Ini terbukti dari minat Uni Emirat Arab (UEA)‎ untuk membeli salah satu produk pertahanan dari PAL. 

Sebelumnya, PAL sukses mengekspor kapal perang pertama ke Filipina pada pertengahan 2016.

Artikel rencana PAL mengekspor kembali kapal perang buatannya menuai perhatian pembaca Liputan6.com di kanal bisnis. Simak rangkuman 3 berita paling dicari, Senin (20/3/2017):

1. Uni Emirat Arab Bakal Beli Kapal Perang Buatan Indonesia

Industri strategis di Indonesai mulai menunjukkan taringnya. Setelah perusahaan plat merah, PT Pindad (Persero) yang sudah mulai mendunia dengan produk-produknya, kini giliran PT PAL Indonesia (Persero).

Perusahaan yang memproduksi berbagai jenis kapal laut ini mulai dikenal banyak negara. Banyaknya kapal perang produksi PAL yang digunakan TNI-AL‎, menjadi salah satu media bagi perusahaan untuk menunjukkan kepada dunia mengenai kemampuan perusahaan

Terbukti, setelah pertengahan 2016 PAL mengekspor kapal perang pertama ke Filipina, kini perusahaan timur tengah, Uni Emirat Arab (UEA)‎ menyatakan berminat untuk membeli salah satu produk pertahanan dari PAL.
Berita selengkapnya di sini.

2. Ancaman Jokowi Bagi yang Main-main Proyek Pembangkit Mangkrak

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengultimatum pihak yang main-main dalam melanjutkan pembangunan 34 pembangkit listrik yang mangrak. Pasalnya, dia bersedia pasang badan untuk keberlajutan proyek tersebut.

Jokowi mengatakan, dirinya bersedia pasang badan untuk keberlanjutan pembangunan 34 pembangkit yang mangkrak‎. Namun harus ada dua hal yang dipenuhi, yaitu sudah menyelesaikan permasalahan hukum dan pembangunannya sesuai kapasitas dan kualitas yang ditetapkan.

"Nggak usah takut, kalau baik saya backup‎," kata Jokowi, meresmikan 8 pembangkit dan infrastruktur kelistrikan, di Mempawah, Kalimantan Barat, Sabtu (18/3/217). Berita selengkapnya di sini.

3. 4 Rahasia Kenapa Orang Kaya Makin Tajir

Penasaran kenapa orang kaya malah semakin kaya? Padahal bagi banyak orang zaman semakin susah karena harga-harga melambung tinggi.

Dalam laporan terbaru dari berjudul Billionaires: Master architects of great wealth and lasting legacies, terungkap bagaimana miliarder meraih kekayaan dan bagaimana mereka mengelolanya.

Laporan tersebut didapat berdasarkan survei terhadap 1.300 miliarder dan data yang dianalisis antara tahun 1995-2014. Berita selengkapnya di sini.

Artikel Selanjutnya
Penyebab Bisnis 7-Eleven Tumbang di Indonesia
Artikel Selanjutnya
Top 3: Utang Pemerintah Tembus Rp 3.672 Triliun sampai 31 Mei