Sukses

Top 3: Daftar Kapal Perang Canggih Buatan RI

Liputan6.com, Jakarta Industri maritim nasional di era Presiden RI Joko Widodo nampaknya semakin bersinar. Perusahaan galangan kapal nasional telah berhasil berinovasi hingga menciptakan berbagai produk yang disukai pembeli lokal dan luar negeri.

Sebut saja PT PAL Indonesia (Persero), perusahaan galangan kapal plat merah yang mempu meningkatkan kualitas dan jenis produknya. Saat ini, PAL mampu memproduksi beberapa jenis kapal perang.

Demikian petikan artikel yang paling banyak dibaca di Kanal Bisnis Liputan6.com. Selain itu ada juga artikel lain yang menarik perhatian. Berikut 3 artikel paling populer di kanal bisnis seperti dirangkum dalam Top 3.

 

1. Daftar Kapal Perang Buatan Indonesia

Industri maritim nasional di era Presiden RI Joko Widodo nampaknya semakin bersinar. Perusahaan galangan kapal nasional telah berhasil berinovasi hingga menciptakan berbagai produk yang disukai pembeli lokal dan luar negeri.

Sebut saja PT PAL Indonesia (Persero), perusahaan galangan kapal plat merah yang mempu meningkatkan kualitas dan jenis produknya. Saat ini, PAL mampu memproduksi beberapa jenis kapal perang.

Berita selengkapnya baca di sini

 

2. Alasan Imigrasi Hapus Wajib Punya Rp 25 Juta untuk Bikin Paspor

Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM menghapuskan ketentuan kepemilikan uang sebesar Rp 25 juta untuk mengajukan pembuatan paspor. Kepemilikan uang Rp 25 juta hanya menjadi indikator pertanyaan dari petugas Imigrasi saat ‎melakukan wawancara dengan pemohon paspor.

Kepala Bagian Humas dan Umum Direktorat Jenderal Imigrasi Agung Sampurno menyatakan, kepemilikan uang sebesar Rp 25 juta tidak pernah tercantum dalam Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Imigrasi Nomor IMI-0277.GR.02.06 Tahun 2017. Angka tersebut disebutkan dalam memo internal kepada petugas Imigrasi.

Berita selengkapnya baca di sini


3. Setoran Freeport Kalah Dibanding Industri Rokok

Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan, sumbangsih PT Freeport Indonesia terhadap pemasukan negara belum signifikan dibanding industri rokok.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bambang Gatot mengatakan, pemasukan negara dari Freeport jauh lebih kecil dibandingkan ‎pemasukan dari industri rokok.

Berita selengkapnya baca di sini

 

Artikel Selanjutnya
Kapal Perang AS yang Ditorpedo Jepang Ditemukan di Laut Filipina
Artikel Selanjutnya
Seperti Ini Gambaran Jet Tempur Canggih Generasi Keenam Rusia