Sukses

Pertemuan G20 Dorong Penguatan Bursa Asia

Liputan6.com, Jakarta - Bursa Asia menguat pada pembukaan perdagangan Selasa pekan ini dan mendekati level tertinggi dalam 15 bulan. Penguatan bursa di kawasan Asia ini karena adanya tanda-tanda perbaikan perekonomian dunia.

Mengutip Reuters, Selasa (21/3/2017), di awal perdagangan, indeks MSCI Asia Pasifik di luar Jepang naik 0,1 persen. Berbeda, indeks saham Jepang justru melemah 0,8 persen. Pelemahan bursa Jepang ini karena kenaikan yen Jepang terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang membuat saham-saham yang berorientasi ekspor tertekan.

Penguatan bursa Asia karena kekawatiran akan kebijakan proteksionis Amerika Serikat (AS) telah mereda dan dukungan dari tanda-tanda kebangkitan perekonomian global.

Dalam pertemuan G20 yang berlangsung di Jerman pada akhir pekan lalu, para menteri keuangan dan gubernur bank sentral negara-negara anggota sepakat untuk tetap mendorong pertumbuhan ekonomi di negara masing-masing.

Selain itu, mereka juga sepakat untuk mempererat kerja sama ekonomi sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dunia yang sudah terlihat mulai bangkit kembali.

Dengan kesepakatan yang dibuat tersebut, pelaku pasar di bursa Asia melihat bisa melawan kebijakan presiden AS Donald Trump yang melindungi ekonomi dalam negeri.

Gerak bursa Asia ini berlawanan dengan Wall Street. Di AS, sebagian besar indeks acuan melemah karena pelaku pasar memperkirakan pelaksanaan pemotongan pajak bakal mundur.

"Jika kebijakan tersebut belum bisa berjalan hingga Agustus nanti maka dampaknya baru akan terasa pada tahun depan," jelas analis senior salah satu bank di kawasan Eropa dalam penjelasannya kepada nasabah. 

Analis Okasan Asset Management Tatsushi Maeno menambahkan, saham-saham di kawasan AS telah melambung tinggi dan beberapa pelaku pasar beralih ke pasar Asia. (Gdn/Ndw)

Artikel Selanjutnya
Investor Asing Jual Saham, IHSG Melemah Tipis
Artikel Selanjutnya
Bursa Asia Menguat Seiring Kenaikan Harga Minyak