Sukses

Alasan Bank Mandiri soal Penjualan On Board Unit Belum Signifikan

Liputan6.com, Jakarta - Bank Mandiri menjadi satu-satunya bank yang memproduksi On Board Unit (OBU) atau e-Toll Pass. Sebuah alat sensor jika digunakan di gerbang tol, maka para penggunanya tidak perlu bertransaksi fisik di gerbang tol.

OBU ini dikenalkan Bank Mandiri bersama dengan Jasa Marga pada pertengahan 2015. Hanya saja sampai saat ini penggunaan OBU tidak meningkat signifikan. Gerbang tol yang memiliki fasilitas bisa menerima OBU pun masih sangat terbatas.

SVP Digital Banking and Financial Inclusion Bank Mandiri Rahmat Broto Triaji mengungkapkan ada beberapa sebab mengapa penjualan OBU ini tidak meningkat signifikan.

"Nanti pemerintah mau jadikan platform seperti ERP di jalan tol. Kalau sekarang kita mau jualan banyak-banyak, nanti terus diganti, repot," kata Rahmat ketika berbincang dengan Liputan6.com, Selasa (21/3/2017).

Rahmat mengungkapkan, sampai saat ini Bank Mandiri sudah menjual OBU sebanyak 100 ribu unit. Mayoritas pengguna ada di Jabodetabek. Karena saat ini gerbang tol yang memiliki fasilitas bisa membaca OBU hanya di Jabodetabek.

Pada saat peluncuran, On Board Unit ini dihargai Rp 600 ribu per unitnya. Namun saat ini, Bank Mandiri menjual OBU dengan harga Rp 475 ribu per unitnya.

Tak mau berharap berlebihan, Bank Mandiri saat ini lebih memilih fokus dalam sosialisasi penggunaan uang elektronik (e-money) di gerbang tol. Karena ini sesuai dengan program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Sekarang fokus ke sosialisasi penggunaan e-money saja, jadi OBU itu jadi pilihan masyarakat saja,"‎ tutur dia. (Yas)

Artikel Selanjutnya
Percepat Penggunaan Uang Elektronik di Tol, Ini Usul Bank Mandiri
Artikel Selanjutnya
Bayar Tol Pakai Uang Elektronik, Bagaimana Nasib Petugas Tol?