Sukses

Kondisi Geopolitik Bikin Wall Street Melemah

Liputan6.com, New York - Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau wall street tergelincir seiring kekhawatiran investor terhadap risiko geopolitik.

Pada penutupan perdagangan saham, Selasa (Rabu pagi WIB), indeks saham Dow Jones melemah 6,65 poin atau 0,03 persen ke level 20.651,37. Indeks saham S&P 500 melemah 3,37 poin atau 0,14 persen ke level 2.353,79. Sedangkan indeks saham Nasdaq merosot 14,15 poin atau 0,24 persen ke level 5.866,77.

Kekhawatiran investor itu mendorong pengalihan aset ke emas dan investasi lebih aman lainnya. Indeks CBOE Volatity atau indeks yang mengukur kecemasan investor naik di atas 15 untuk pertama kali sejak pemilihan umum AS.

"Risiko geopolitik menjadi fokus. Indeks saham juga diperdagangkan di kisaran 18,19, ini level tinggi. Sekarang musim laporan keuangan juga menjadi hal penting bagi investor," ujar Quincy Krosby, Market Strategis Prudential Financial seperti dikutip dari laman Reuters, Rabu (12/4/2017).

Musim laporan keuangan dimulai pada pekan ini. Diawali dengan sektor bank. Sektor keuangan pun turun 0,3 persen, dan menjadi sektor saham dengan performa terburuk. Sektor teknologi juga menekan indeks sektor saham teknologi sekitar 0,4 persen.

Saham United Continental merosot 1,1 persen usai ada insiden seret penumpang pada Minggu 9 April 2017. Menjelang penutupan perdagangan saham, Chief Executive Officer (CEO) United pun meminta maaf.

The Syrian Observatory for Human Rights menyatakan pemerintah Suriah menembakkan bom di provinsi Hama pada Selasa waktu setempat, usai AS menyatakan dapat melakukan serangan di Suriah.

Sebelumnya Presiden AS Donald Trump telah meminta serangan rudal ke Suriah pada pekan lalu sebagai respons atas serangan dengan menggunakan senjata kimia.

Selain itu, Korea Utara juga memperingatkan soal serangan nuklir ke AS jika AS memprovokasi serangan, dan beralih ke pasifik barat.

Presiden Trump juga telah melakukan pertemuan dengan sejumlah pimpinan perusahaan AS. Pemerintahan Trump akan berusaha mengurangi regulasi. Wall street buka pada pekan ini hanya hingga Kamis lantaran memperingati libur Jumat Agung.

 

 

Artikel Selanjutnya
Wall Street Sedikit Menguat Terdorong Saham Energi
Artikel Selanjutnya
Serangan Udara AS ke Suriah Bikin Wall Street Melemah