Sukses

Kapitalisasi Pasar Saham United Airlines Susut US$ 250 Juta

Liputan6.com, London - Saham United Airlines melemah lebih dari 1 persen seiring ada video yang menunjukkan penumpang yang dipaksa turun karena kondisi pesawat yang overbooked atau kelebihan penumpang.

Pada awal perdagangan saham Selasa waktu New York, saham induk usaha United Airlines yaitu United Continental Holdings turun empat persen sehingga mendorong kapitalisasi pasar saham perseroan susut US$ 1 miliar atau sekitar Rp 13,29 triliun (asumsi kurs Rp 13.393 per dolar Amerika Serikat).

Namun jelang akhir perdagangan saham, kapitalisasi pasar saham United Continental susut US$ 250 juta atau sekitar Rp 3,32 triliun. Hal itu lantaran CEO United Airlines meminta maaf menjadi katalis positif.

Kapitalisasi pasar merupakan jumlah saham beredar di publik dikalikan dengan harga saham. Kapitalisasi juga dipakai untuk menjelaskan jumlah modal yang digunakan dalam perusahaan.

Modal itu berbentuk modal saham, surplus, dan utang jangka panjang lainnya. Nilai suatu perusahaan dapat ditentukan berdasarkan pendapatan yang didapatkan setiap tahun dikalikan dengan multiplayer tertentu.

Berdasarkan data Bloomberg, saham United turun 1,13 persen ke level US$ 70,71 pada perdagangan kemarin.

Pada awal pekan ini muncul video menunjukkan seorang penumpang dipaksa turun dari pesawat United Airlines dengan penerbangan 3411 di bandara internasional Chicago O'Hare International Airport.

Sejumlah penumpang pun merekam insiden itu kemudian mengunggah video di media sosial. Sejumlah petugas menyeret penumpang menyusuri lorong pesawat, dan sementara penumpang lain protes. Penumpang itu menolak untuk turun, dan berlari kembali ke pesawat.

Akibat insiden itu, CEO United Oscar Munoz meminta maaf dan akan mengakomodasi pelanggan tersebut. Namun analis menilai kalau perseroan gagal untuk menenangkan pelanggan.

Munoz pun kembali mengeluarkan permintaan maaf ketiga kali. Ia pun menyebutkan insiden itu benar mengerikan dan berjanji untuk memperbaiki sehingga peristiwa sama tidak terjadi lagi.

United Airlines telah mencoba untuk mengubah citra usai mencatatkan peringkat terbawah untuk indeks kepuasan pelanggan selama beberapa tahun. Perseroan memperbarui armada, menambahkan makanan ringan gratis, memberi kopi premium, dan meningkatkan wi-fi serta lounge bandara.

Video seret penumpang di maskapai United Airlines itu telah menjadi viral. Ini berdampak terhadap maskapai itu. United menjadi salah satu maskapai terbesar yang beroperasi di China. Kontribusi penerbangan dari China mencapai 20 persen.

Maskapai itu masuk ke pasar konsumen terbesar di dunia seiring melirik kelas menengah China untuk berlibur dan perjalanan bisnis. China diperkirakan akan menggeser AS untuk mencatatkan volume penumpang terbesar pada 2024. Hal itu menurut data the International Air Transport Association.

"Airlines telah sangat lambat untuk adaptasi berkomunikasi dengan lingkungan yang baru. Bahkan mereka (United Airlines) berjuang untuk melakukan yang benar, dan cukup cepat," ujar John Bailey Direktur Perusahaan Hubungan Masyarakat Ketchum.

 

 

Artikel Selanjutnya
Bursa Asia Tertekan, IHSG Melemah 15 Poin
Artikel Selanjutnya
Saham Boeing Bawa Dow Cetak Rekor