Sukses

RI Cetak Surplus US$ 1,23 Miliar, IHSG Turun 12 Poin

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada sesi pertama perdagangan saham awal pekan ini. Laju IHSG di zona merah ini di tengah rilis data ekonomi Indonesia dengan tercatat surplus neraca dagang US$ 1,23 miliar pada Maret 2017.

Pada penutupan sesi pertama perdagangan saham, Senin (17/4/2017), IHSG melemah 12,26 poin atau 0,22 persen ke level 5.604,27. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,30 persen ke level 923,48. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Sebanyak 161 saham melemah sehingga menekan IHSG. Sedangkan 146 saham menguat dan 101 saham diam di tempat. Pada sesi pertama, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.631,61 dan terendah 5.595,08.

Total frekuensi perdagangan saham sekitar 118.948 kali dengan volume perdagangan 4,8 miliar saham. Nilai transaksi harian Rp 2,2 triliun. Investor asing melakukan aksi jual Rp 93,99 miliar di pasar reguler. Sedangkan posisi dolar Amerika Serikat di kisaran Rp 13.254.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham melemah. Sektor saham perdagangan turun 0,63 persen, dan catatkan penurunan terbesar. Disusul sektor saham konstruksi dan infrastruktur. Sedangkan sektor saham tambang naik 0,46 persen.

Saham-saham yang menguat antara lain saham STAR mendaki 29,49 persen ke level Rp 101 per saham, saham HOTL menguat 26,25 persen ke level Rp 202 per saham, dan saham JKSW mendaki 18,75 persen ke level Rp 76 per saham, serta saham BUMI mendaki 5,67 persen ke level Rp 410 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham ERTX merosot 29,23 persen ke level Rp 138 per saham, saham ARII melemah 14,94 persen ke level Rp 296 per saham, dan saham AKPI turun 14,89 persen ke level Rp 800 per saham.

Pada awal pekan ini, sebagian besar bursa Asia merosot. Indeks saham Jepang Nikkei turun 0,10 persen ke level 18.316, indeks saham Shanghai merosot 1,19 persen ke level 3.207, dan catatkan penurunan terbesar. Disusul indeks saham Singapura melemah 0,86 persen ke level 3.141 dan indeks saham Taiwan merosot 0,12 persen ke level 9.721. Sedangkan indeks saham Korea Selatan Kospi naik 0,58 persen ke level 2.146.

Penurunan IHSG di tengah rilis data ekonomi neraca perdagangan Indonesia. Meski tercatat surplus namun belum mampu angkat IHSG di sesi pertama.

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan neraca perdagangan nasional surplus pada Maret mencapai US$ 1,23 miliar. Hal ini dipicu surplus sektor nonmigas US$ 2,02 miliar, sementara neraca perdagangan di sektor migas defisit US$ 781,5 juta.

Kepala BPS Suhariyanto, atau yang akrab disapa Kecuk, mengatakan kinerja nilai ekspor Indonesia pada Maret mencapai US$ 14,59 miliar atau lebih tinggi daripada realisasi impor di periode yang sama sebesar US$ 13,36 miliar.

"Terjadi suplus perdagangan di Maret ini sebesar US$ 1,23 miliar atau lebih rendah dibanding Januari dan Februari. Didominasi surplus nonmigas," ujar dia di Kantor BPS, Jakarta, Senin 17 April 2017.

Dalam laporan DBS Indonesia, investor akan cenderung mencermati laporan keuangan kuartal I 2017.

 

 

 

Artikel Selanjutnya
IHSG Bergerak di 2 Zona pada Awal Perdagangan
Artikel Selanjutnya
IHSG Berakhir Menguat ke Posisi 5.891,94