Sukses

Seluruh Sektor Menghijau, IHSG Dibuka Menguat

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di zona hijau pada awal perdagangan Selasa pekan ini. Pelemahan dolar AS bakal menjadi pendorong gerak IHSG.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Selasa (18/4/2017), IHSG naik 20,18 poin atau 0,36 persen ke level 5.597,66. Pada pembukaan perdagangan saham pukul 09.00 WIB, IHSG masih menguat 25,28 poin atau 0,47 persen ke level 5.604,04.

Ada sebanyak 97 saham naik sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sedangkan 78 saham diam di tempat. Selain itu, 12 saham melemah di awal sesi. Pada pagi ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 5.607,67 dan terendah 5.597,16.

Total frekuensi perdagangan 5.633 kali dengan volume perdagangan 173,6 juta saham. Nilai transaksi harian Rp 128,5 miliar. Di pasar reguler, investor asing melakukan aksi jual mencapai Rp 6 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) di kisaran Rp 13.292.

Secara sektoral, seluruh sektor saham menghijau. Sektor keuangan naik 0,97 persen dan mencatatkan penguatan terbesar. Sektor infrastruktur naik 0,77 persen dan sektor pertambangan menguat 0,57 persen.

Saham-saham yang catatkan penguatan antara lain saham CANI naik 18,52 persen ke level Rp 640 per saham, saham BAPA mendaki 10,45 persen ke level Rp 149 per saham, dan saham BUMI menguat 5,18 persen ke level Rp 404 per saham.

Sedangkan saham-saham yang tertekan antara lain saham ASJT turun 20 persen ke level Rp 400 per saham, saham STAR merosot 4,90 persen ke level Rp 97 per saham., dan saham INRU tergelincir 3,81 persen ke level Rp 505 per saham.

Analis PT BNI Securities Dessy Lapagu menjelaskan, indeks AS bergerak naik pada perdagangan kemarin. Dow Jones Industrial Average naik 0,9 persen ke level 20.636, diikuti S&P 500 yang menguat 0,86 persen.

Untuk IHSG pada perdagangan kemarin ditutup melemah dengan penurunan 39 basis poin ke level 5.577 dengan net buy asing melebar hingga Rp 872 miliar. "Pelemahan terbesar terjadi pada sektor infrastruktur yang melemah hingga mencapai 1,4 persen," jelas dia.

Dessy memperkirakan IHSG pada hari ini berpotensi berbalik arah seiring dengan pelemahan dolar AS terhadap rupiah. "Indeks hari ini diperkirakan akan bergerak pada rentang 5.559 hingga 5.611," kata dia.

Dalam riset DBS, pada Kamis 20 April 2017 Bank Indonesia akan mengadakan rapat untuk membahas suku bunga acuan. Menurut banyak ekonom dan analis BI masih belum akan melakukan perubahan terhadap 7 day reverse repo rate yang sekarang berada di 4.75 persen. (Gdn/Nrm)

 

Artikel Selanjutnya
IHSG Dibuka Menguat Terpengaruh Sentimen Regional
Artikel Selanjutnya
IHSG Dibuka Menguat, Sektor Aneka Industri Jadi Pendorong