Sukses

Peran Kartini dalam Kemandirian Ekonomi Menurut Komisioner OJK

Liputan6.com, Jakarta - Raden Ajeng (RA) Kartini memiliki peran yang sangat besar untuk perempuan Indonesia. Darinya, perempuan di Indonesia bisa belajar memaknai kemandirian.

Anggota Dewan Komisioner Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kusumaningtuti S Soetiono mengatakan, kemandirian yang harus diusung oleh wanita di Indonesia tidak hanya soal pekerjaan saja melainkan juga mengenai masalah keuangan.

Perempuan memiliki peran besar untuk mengatur keuangan baik untuk dirinya sendiri maupun bagi keluarganya. "Karena mandiri itu kan mandiri juga keuangan, mandiri dalam melakukan penerimaan dan pengeluaran bagaimana menata keuangan diri sendiri maupun keluarganya," kata dia di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (21/4/2017).

Perencanaan keuangan yang matang merupakan modal besar dalam mencapai kemandirian. "Jadi ini merupakan suatu modal kemampuan untuk memiliki literasi yang tinggi itu modal untuk bisa mencapai kemandirian, sebab sangat mustahil kalau tanpa mandiri finansial," imbuh dia.

Di samping itu, Kusumaningtuti bersyukur lantaran perjuangan Kartini membuat perempuan Indonesia bisa mengejar pendidikannya setinggi mungkin. Tak hanya mengejar pendidikan, perempuan Indonesia bisa mengejar karier yang mereka inginkan.

"Kita semuanya kebanyakan perempuan sekarang berpendidikan bukan hanya S1 tapi S2 bahkan S3 dan memiliki kesempatan berkarir bisa di kebijakan publik, terus memiliki usaha juga bisa, dan simultan mendidik anak dan mengurus keluarganya," jelas dia.

Dia berharap, peringatan Hari Kartini jadi momentum perempuan Indonesia untuk terus mewujudkan cita-citanya.

"Jadi ini suatu kesempatan yang luar biasa setiap tahun momentum hari lahir Ibu Kartini ini digunakan untuk mewujudkan cita citanya agar perempuan Indonesia cerdas dan mandiri," pungkas dia. (Amd/Gdn)

Artikel Selanjutnya
Memetik Pelajaran dari Kasus Gerai 7-Eleven di Indonesia
Artikel Selanjutnya
Bos Kadin: Konsep Bisnis 7-Eleven Kurang Tepat di RI