Sukses

Adaro Energy Sebar Dividen US$ 101,08 Juta

Liputan6.com, Jakarta Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Adaro Energy Tbk (ADRO) menyetujui penggunaan 30 persen dari laba bersih atau setara US 101,08 juta tahun buku 2016 sebagai dividen.

Jumlah tersebut termasuk dividen interm sebesar US$ 60,77 juta yang telah dibayarkan pada 13 Januari 2017. Sisanya sebesar US$ 40,30 juta akan didistribusikan sebagai pembayaran dividen tunai final.

Sementara, sebesar US$ 230,20 juta dari laba bersih akan dimasukan sebagai laba ditahan. Pemegang saham juga menyetujui dana sebesar US$ 3,35 juta sebagai dana cadangan.

Presiden Direktur Adaro Energy Garibaldi Thohir mengatakan, kondisi pasar batubara yang baik mendukung kinerja serta keuangan perseroan.

"Kami berhasil mencapai target dan mencatat kemajuan-kemajuan yang signifikan selama tahun ini. Kinerja yang kuat memungkinkan perseroan untuk membayar dividen lebih dari US$ 101 juta untuk tahun 2016. Kami akan melanjutkan implementasi strategi dan mengembangkan ketiga pilar pertumbuhan untuk mendukung Indonesia dan berkontribusi terhadap pembangunan negara," kata dia dalam keterangannya, Jakarta, Rabu (26/4/2017).

Pemegang saham menyetujui pembebasan tanggung jawab sepenuhnya seluruh anggota direksi dan dewan komisaris perseroan atas segala tindakan pengurusan dan pengawasan yang telah dijalankan selama tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2016.

Lebih lanjut, para pemegang saham juga memberi wewenang kepada dewan komisaris untuk menentukan honorarium dan tunjangan lainnya bagi anggota dewan komisaris dan direksi perseroan pada tahun buku 2017.

Sementara, pada 4 Januari 2017, salah satu komisaris dan pendiri perseroan yakni Subianto meninggal dunia. Untuk itu, para pemegang saham menyetujui untuk menunjuk Arini Saraswaty Subianto sebagai komisaris perseroan.

Berikut susunan dewan komisaris PT Adaro Energy Tbk

Presiden Komisaris Edwin Soeyadjaja
Wakil Presiden Komisaris Theodore Permadi Rachmat
Komisaris Arini Saraswaty Subianto
Komisaris Independen Palgunadi Tatit Setyawan
Komisaris Independen Raden Pardede

 

Artikel Selanjutnya
Top 3: Utang Pemerintah Tembus Rp 3.672 Triliun sampai 31 Mei
Artikel Selanjutnya
Harga Emas Naik Terpicu Dolar yang Melemah