Sukses

Pria Ini Habiskan Rp 1,06 Miliar Kloning Anjingnya yang Mati

Meski mengeluarkan uang dalam jumlah besar, pria ini mengaku tidak kecewa dengan keputusan yang dibuatnya.

Liputan6.com, Jakarta Setelah anjing peliharaan kesayangannya mati, seorang pria asal Toronto, Kanada rela mengeluarkan uang dalam jumlah besar untuk membuat kloning sang anjing. Anjing yang ia namakan Woofie tersebut mati pada Agustus tahun lalu. Sejak kematiannya, pemilik Anjing bernama Matthew Johnson mengaku sangat kehilangan.

Tak ayal, langkah tak biasa pun diambilnya. Untuk bisa membuat kloning sang anjing, pria ini menghabiskan dana hingga US$ 800 ribu atau setara Rp 1,06 miliar (Kurs 1 US$ = Rp 13.321).

Meski mengeluarkan uang dalam jumlah besar, Matthew mengaku tidak kecewa dengan keputusan yang dibuatnya. Melansir CTV Toronto, Minggu (14/5/2017), ia bahkan merekomendasikan langkah ini dilakukan bagi pemilik anjing yang tidak ingin berpisah dengan hewan peliharaannya.

"Jika Anda memiliki uang yang dibutuhkan, maka tidak ada salahnya untuk mencoba. Langkah ini benar-benar bagus bagi Anda yang tidak ingin berpisah dengan anjing kesayangan," tutur Matthew.

Perusahaan yang membuat kloning anjing Matthew berkantor pusat di Amerika Serikat. Setelah melalui serangkaian proses, perusahaan tersebut berhasil membuat dua ekor kloning anjing yang dinamakan Blondie dan Woofie Jr.

Anjing hasil kloningan

Saat pertama kali Matthew melihat anak anjing hasil kloning, ia merasa sangat takjub. Ia bahkan tidak percaya bahwa perusahaan tersebut berhasil membuat kloning anjing peliharaannya dengan fisik dan warna yang sangat mirip.

"Saya tidak percaya. Saya melihat Woofie versi kecil. Warnanya, tanda tubuhnya, semuanya benar-benar sama," tandas Matthew.

Prosedur kloning pada anjing pertama kali dilakukan pada 2005. Anjing pertama kloning diciptakan tim dari Seoul National University. Para ilmuwan berharap anjing kloning bisa membantu mereka mengobati berbagai penyakit serius pada manusia.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.