Sukses

Jelang Ramadan, Pemprov Banten Jamin Ketersediaan Kebutuhan Pokok

Liputan6.com, Serang - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten menjamin ketersediaan kebutuhan pokok saat Ramadan. Pemerintah tak akan segan-segan menindak tegas oknum yang mencari keuntungan dengan menimbun bahan pokok. 

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Banten, Babar Suharso menjelaskan, secara umum ketersediaan kebutuhan pokok jelang bulan suci Ramadan di Provinsi Banten mencukupi. 

"Untuk bahan pokok dan strategis kami pastikan aman. Walaupun dipastikan permintaan akan meningkat di Ramadan nanti," kata Babar seperti ditulis Sabtu (20/5/2017). Kebutuhan pokok tersebut antara lain beras, gula, dan bahan pangan seperti cabai dan juga bawang. 

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Bupati Pandeglang Irna Narulita. Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pandeglang telah menyiapkan stok bahan pokok untuk mengamankan kebutuhan masyarakat pada bulan puasa yang jatuh pada pekan depan.

Irna juga memastikan bahwa Pemerintah Kabupaten Pandeglang akan terus memantau dan berupaya menekan kenaikan harga komoditas pokok yang biasanya merangkak naik saat Ramadan.

"Kami tidak ingin ada aduan dari masyarakat bahwa ada yang mengendalikan harga di pasaran, yang akhirnya menimbulkan harga yang tidak sesuai dengan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah," kata dia

Pemerintah Kabupaten Pandeglang akan bekerja sama dengan berbagai pihak untuk bertindak tegas kepada para penimbun kebutuhan pokok yang bisa berakibat pada kenaikan harga bahan pokok di pasaran.

"Memang kenaikan harga setelah kami pantau masih relatif stabil. Tapi bukan berarti kenaikan harga dapat seenaknya oleh pedagang," tegasnya.

Untuk diketahui, harga bawang putih di pasar Badak Pandeglang mencapai Rp 50 ribu per kg, daging kerbau Rp 142 ribu per kg dari harga normal Rp 140 ribu per kg, sedangkan daging ayam naik dari Rp 29 ribu per kg menjadi Rp 31 ribu per kg. Untuk telur ayam naik tipis dari Rp 22 ribu per kg menjadi Rp 23.500 per kg.

Artikel Selanjutnya
YLKI Minta Pemerintah Tarik Merek Beras Palsu dari Pasaran
Artikel Selanjutnya
Tanggapan Induk Usaha Indo Beras soal Penggerebekan Gudang