Sukses

Sudah Jadi Presiden AS, Trump Masih Punya Utang Rp 4,1 Triliun

Liputan6.com, Jakarta - Donald Trump meski sudah menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat (AS) dan menjadi salah satu orang paling berpengaruh di dunia ternyata masih memiliki utang pribadi dengan jumlah sangat besar. Laporan dari Kantor Etika Pemerintah AS mencatat sebesar US$ 315,6 juta pada 2017 atau setara dengan Rp 4,1 triliun (asumsi kurs Rp 13.287 per dolar Amerika Serikat).

Seperti dilaporkan Reuters, Senin (19/6/2017) Trump memiliki utang kepada beberapa perusahaan asal Amerika Serikat maupun luar negeri. Trump memiliki utang US$ 110 juta kepada Ladder Capital Corp. Dana pinjaman dari perusahaan tersebut digunakan Trump untuk membeli real estate komersial dan gedung perkantoran di di New York, Los Angeles dan Boca Raton, Florida.

Selain itu, utang sebanyak US$ 130 juta juga harus dibayarkan Trump kepada Deutsche Bank Trust Company Americas. Utang kepada perusahaan asal Jerman itu berasal dari transaksi 50 juta dollar AS untuk pembelian Old Post Office yakni properti bersejarah di Washington yang disulap menjadi hotel.

Walau nilai utang Trump tergolong besar, Presiden AS ke-45 ini seharusnya tidak memiliki kesulitan untuk membayar utang-utang tersebut. Lantaran pendapatan Trump naik dua kali lipat menjadi US$ 1,4 miliar saat dilaporkan di awal tahun 2017.

Komponen terbesar pendapatan Trump berasal dari resor Mar-a-Lago di Florida yang belakangan pendapatannya naik 25 persen. Resor yang dijuluki Winter White House itu menuai keuntungan setelah Trump menjadi Presiden AS.

Pihak pengelola menaikkan iuran dua kali lipat untuk klub pribadi di Mar-a-Lago menjadi US$ 200 ribu atau setara dengan Rp 2,6 miliar.

Sementara itu, resor golf dari Trump National Doral di Miami senilai US$ 115,9 juta juga menjadi salah satu pemasukan Trump. Sayangnya, nilai properti ini menurun sebanyak 12,87 persen dibanding tahun sebelumnya yang mencapai US$ 132 juta.

Penghasilan Donald Trump lain  berasal dari hotel dan resor sebagian besar tetap stabil. Misalnya, Trump Corporation selaku perusahaan yang mengelola real estate mencatat perolehan pendapatan senilai US$ 18 juta.

 

 

 

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

 

 

 

 

 

Artikel Selanjutnya
Posisi Utang RI Masih Aman, Ini Penjelasan Sri Mulyani
Artikel Selanjutnya
Sri Mulyani: 62 Persen Utang Pemerintah Berasal dari Uang Rakyat