Sukses

Menko Darmin: Potensi Harga BBM Naik Usai Lebaran Sangat Kecil

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution memperkirakan kemungkinan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) pada semester II-2017 sangat kecil. Alasannya, harga minyak dunia diproyeksikan stagnan hingga akhir tahun ini.
 
"Tekanan untuk menaikkan harga (BBM) sebenarnya sangat kecil," ujar Darmin saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin (19/6/2017). 
 
 
Dirinya mengatakan, pemerintah melalui menteri terkait, yakni Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Menteri Keuangan optimistis harga minyak dunia cenderung tidak akan banyak berubah sampai dengan akhir tahun ini. 
 
"Menteri ESDM, Menkeu percaya harga crude cenderung tidak naik di semester II. Mungkin tidak turun juga, kalaupun turun kecil. Jadi arahnya pemerintah tidak melihat tekanan (harga crude) kecenderungan tidak naik sampai akhir tahun," ucap dia.
 
Darmin mengaku harga minyak dunia mengalami kenaikan di semester I-2017, tapi pemerintah tidak ikut menyesuaikan harga BBM. "Jadi semester I lalu harga crude naik. Pertamina memang defisit, tapi di semester II ini diperkirakan tidak," pungkas Mantan Gubernur Bank Indonesia itu.
 
 Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I Gusti Nyoman Wiratmaja mengatakan, bahwa Kementerian ESDM masih mengkaji harga BBM jenis Premium dan Solar bersubsidi untuk periode Juli 2017. Rencananya, proses tersebut telah selesai pada 26 Juni.

Kementerian ESDM terus mengkaji terhadap tiga parameter pembentukan harga Premium dan Solar bersubsidi, yaitu Mean of Plattes Singapore (MOPS), inflasi dan kurs dolar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah. "Kami monitor terus harga perolehan ya, harga naik turun," kata Wiratmaja, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (13/6/2017).
 
Simak video menarik berikut ini:
 
 
 
Artikel Selanjutnya
Harga Minyak Naik 2 Persen Terpicu Pelemahan Dolar AS
Artikel Selanjutnya
Usul Pengusaha Supaya Harga Pangan Tetap Stabil