Sukses

Harga Minyak Turun ke Level Terendah dalam 7 Bulan

Liputan6.com, Jakarta Harga minyak turun sekitar 1 persen pada perdagangan kemarin. Penurunan ini membuat harga minyak berada di level terendah dalam 7 bulan.

Melansir reuters, Selasa (20/6/2017), pemicu penurunan harga karena para pemain kunci melihat ada kenaikan produksi di Amerika Serikat, Libya dan Nigeria di tengah upaya OPEC untuk membatasi produksi.

"Kita melihat lebih banyak tankers yang dipakai untuk penyimpanan dan minyak mentah dari Afrika Barat dan Eropa ditawarkan ke Pantai Teluk Amerika Serikat, dan pada saat bersama kawasan itu telah menjadi eksportir minyak mentah," ujar Andrew Lipow, Presiden Lipow Oil Associates di Houston.

Ini adalah tanda-tanda pasar yang kelebihan pasokan," imbuhnya.

Harga minyak mentah acuan dunia, Brent untuk kontrak Agustus turun 46 sen per barel atau 1 persen dari harga sebelumnya. Brent dijual US$ 46,91 per barel, harga paling rendah sejak 29 November, sehari sebelum OPEC sepakat untuk memangkas produksi.

Kemudian harga minyak acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate untuk bulan Juli jatuh 54 sen atau 1,2 persen untuk menetap di level US$ 44,2 per barel, terendah sejak 14 November 2016.

Artikel Selanjutnya
Produksi Naik ke Level Tertinggi, Harga Minyak Merosot
Artikel Selanjutnya
Harga Minyak Turun Dibebani Kelebihan Pasokan