Sukses

Wall Street Berakhir Datar di Tengah Penurunan Saham Kesehatan

Liputan6.com, Jakarta Wall street ditutup mendatar terpicu keuntungan utilitas dan saham konsumen yang mengimbangi penurunan saham perusahaan perawatan kesehatan.

Melansir laman Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 8,02 poin, atau 0,04 persen ke posisi 21.629.72. Sementara indeks S & P 500 kehilangan 0,13 poin, atau 0,01 persen menjadi 2.459,14 dan Nasdaq Composite bertambah 1,97 poin, atau 0,03 persen ke level 6.314,43 poin.

Pasar dipengaruhi saham sektor kesehatan pada indeks S&P 500 yang tergelincir. Sebagian terbebani keputusan Senat Amerika Serikat (AS) untuk mempertimbangkan penundaan undang-undang kesehatan.

"Saya pikir kita harus melihat beberapa hal terkait kesehatan sebelum Anda dapat membuat taruhan pada industri itu," kata Erick Ormsby, CEO Alcosta Capital Management di San Ramon, California.

Menurut dia, sebagian besar aliran dana akan datang bila telah ada kejelasan tentang RUU kesehatan.

Industri kesehatan pada indeks S&P turun 0,3 persen. Sementara utilitas meraih 0,4 persen dan sektor konsumen naik 0,26 persen.

Adapun
saham BlackRock turun 3,1 persen menjadi US$ 424,63 usai perusahaan aset manajer terbesar dunia ini melaporkan perolehan laba kuartalannya di bawah ekspektasi.

Di sisi lain, saham Netflix (NFLX.O) melonjak 8,5 persen menjadi US$ 175,45, atau lebih baik dari harapan pertumbuhan pelanggan. Saham Procter & Gamble (PG.N) naik 0,5 persen menjadi US$ 87,55.

Amazon (AMZN.O) memimpin kenaikan sebesar 0,8 persen menjadi US$ 1.010,04.

Sekitar 5,16 miliar saham berpindah tangan di pasar, dibandingkan 6,51 miliar rata-rata harian selama 20 sesi terakhir.

Tonton video menarik berikut ini:

Artikel Selanjutnya
Wall Street Tertekan, Sektor Ritel Bebani Gerak Bursa AS
Artikel Selanjutnya
Wall Street Melemah Usai Investor Alihkan Kekhawatiran Geopolitik