Sukses

BTN Beri Bunga KPR 5 Persen di IPEX 2017

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) akan menyelenggarakan pameran properti tahunan Indonesia Properti Expo 2017 pada 12-20 Agustus 2017 di Jakarta Convention Centre (JCC).

Managing Director Consumer Banking BTN Handayani menuturkan, banyak penawaran menarik yang akan diberikan selama pameran properti terbesar di Indonesia ini.

Salah satu penawaran, BTN akan memberikan bunga khusus hanya 5 persen fix untuk satu tahun bagi rumah nonsubsidi, dengan DP juga hanya 5 persen.

"Selain itu, kami juga akan tawarkan bunga KPR untuk rumah nonsubsidi hanya 6,5 persen fix untuk tiga tahun," kata Handayani di Menara BTN, Jakarta, Kamis (20/7/2017).

Dalam 10 hari ini, Handayani menargetkan mampu menghadirkan jumlah pengunjung pameran lebih dari 350 ribu orang. Angka ini naik jika dibandingkan dengan jumlah pengunjung pameran yang sama pada tahun lalu sebesar 320 ribu orang.

Acara ini tidak dikhususkan untuk masyarakat Jabodetabek, tetapi seluruh wilayah Indonesia. Oleh karena itu, BTN akan menginformasikan kegiatan ini ke seluruh kantor cabang di seluruh Indonesia.

Sebagai daya tarik masyarakat di luar Jabodetabek, Handayani mengaku telah bekerja sama dengan Garuda Indonesia untuk memberikan harga tiket penerbangan khusus ke Jakarta bagi masyarakat yang ingin hadir di JCC.

Handayani memastikan penawaran-penawaran ini tidak akan ada di kegiatan lain yang ditawarkan pengembang selain di acara IPEX 2017.

"Dengan begitu akan menimbulkan emosional buying bagi pengunjung. Jadi yang tadinya tidak ingin beli, hadir di acara ini jadi ingin beli," tambah Handayani.

Pada acara yang rencananya dibuka langsung oleh Presiden RI Joko Widodo ini, juga akan dilakukan akad serentak untuk 1.000 anggota Polri.

"Setidaknya akan ada sekitar 900 proyek properti di seluruh Indonesia," ujar Handayani. (Yas)

 

 

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

 

 

Artikel Selanjutnya
BTN Catat Transaksi Rp 8,36 Triliun di IPEX 2017
Artikel Selanjutnya
BTN Targetkan Kredit 666 Ribu Rumah Hingga Akhir Tahun