Sukses

BTN Bidik Transaksi Rp 5 Triliun di Indonesia Property Expo

Liputan6.com, Jakarta PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk kembali akan menyelenggarakan Indonesia Properti Expo 2017 (IPEX) di Jakarta Convention Centre (JCC). Rencananya, pameran properti terbesar di Indonesia ini akan diselenggarakan pada 12-20 Agustus 2017.

Managing Director Consumer Banking BTN Handayani mengungkapkan pada IPEX 2017 dirinya menargetkan jumlah pengunjung lebih dari 350 ribu orang. Jumlah ini meningkat jika dibandingkan dengan IPEX 2016 yang saat ini berhasil menarik pengunjung sebanyak 320 ribu orang.

Target pengunjung itu, dikatakan Handayani, juga dibarengi dengan peningkatan target transaksi yang diharapkan selama pameran berlangsung.

"Kita targetkan penjualan dalam Indonesia Properti Expo 2017 ini minimal Rp 5 triliun. Saya optimistis ini akan tercapai," kata Handayani di Menara BTN, Kamis (20/7/2017).

Di acara pameran tersebut juga akan dilakukan akad kredit bersama 1.000 orang anggota Polri dari seluruh Indonesia.

Selain itu, BTN juga akan menginformasikan mengenai gelaran ini ke seluruh kantor cabang yang ada di seluruh Indonesia. BTN juga telah bekerja sama dengan Garuda Indonesia dalam memberikan promo tiket bagi penumpang luar kota yang ingin menghadiri IPEX 2017.

"Sama Garuda Indonesia itu misal harga tiketnya Rp 1 juta untuk ke Jakarta, maka kita akan berikan subsidi Rp 500 ribu, jadi cuma separonya," tegas Handayani.

IPEX 2017 ini merupakan salah satu program BTN dalam menggenjot penyaluran kredit perumahan setiap tahunnya. Handayani menyebutkan, pada 2017 BTN menargetkan pertumbuhan KPR di angka 21-23 persen.

Banyak promo dan hadiah yang akan ditawarkan BTN dalam pameran kali ini. Salah satunya adaah promo bunga KPR nonsubsidi fixed 5 persen untuk 1 tahun atau bunga fix 6,5 persen selama tiga tahun. Tak hanya itu, untuk beberapa kategori hunian, BTN juga menawarkan down payment (DP) hanya 1 persen. (Yas)

 

Artikel Selanjutnya
BTN Genjot Kredit Perumahan di Daerah
Artikel Selanjutnya
PT PP Raih Kontrak Baru Rp 21,8 Triliun hingga Juli 2017