Sukses

Digital Banking Bakal Jadi Layanan Utama Industri Perbankan

Liputan6.com, Jakarta - Industri perbankan saat ini tengah berlomba-lomba dalam menciptakan produk digital banking yang sederhana dan memiliki fasilitas yang lengkap.

Senior Executive Vice President Digital Banking and Financial Inclusion PT Bank Mandiri Tbk Rahmat Triaji mengungkapkan, digital banking memang bakal menjadi layanan utama perbankan. Hal ini disebabkan akan membuat industri perbankan lebih efisien.

Dipaparkannya, di Bank Mandiri saja, 95 persen transaksi bank Mandiri pindah ke digital sejak tahun 2010 hingga tahun 2016. Di mana, digital banking sudah dimulai pada tahun 1980-an sejak kemunculan ATM.

"95 persen transaksi di Bank Mandiri pindah ke digital sejak tahun 2010 sampai tahun 2016," ujar Rahmat di Jakarta, Senin (24/7/2017).

Dari perubahan proses transaksi tersebut penggunaan ATM juga terus menurun sepanjang tahun. Tercatat, dari tahun 2010 sampai tahun 2016 pengguna ATM menurun hingga 23 persen.

"Pengguna ATM juga terus menurun dari 2010 sebesar 64 persen lalu pada 2016 sebesar 41 persen. Sedangkan jumlah masyarakat yang datang ke kantor cabang juga terus menurun dari 19 persen menjadi 5 persen," jelasnya.

Sementara itu, pengguna internet banking dan mobile banking terus mengalami peningkatan. Dimana masing-masing meningkat 9 persen dan 27 persen dari tahun 2010 hingga 2016.

"Pengguna mobile banking terus meningkat sejak tahun 2010 sebesar 7 persen, hingga tahun 2016 menjadi 34 persen. Begitu pula internet banking meningkat dari tahun 2010 sebesar 11 persen menjadi 20 persen," tambah dia.

Rahmat mengaku, saat ini biaya perbankan untuk membuat kantor cabang di daerah membutuhkan biaya yang cukup besar. Maka dari itu, pengembangan digital banking ini juga sangat efektif.

Tonton Video Menarik Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Telkom Dorong Sinergi Startup Binaannya
Artikel Selanjutnya
Inkubator Fintech BNVLabs Luncurkan Coworking Space di Jakarta