Sukses

Emas Kehilangan Kilau, Harganya Jatuh dari Level Tertinggi

Liputan6.com, Jakarta - Harga emas jatuh dari level tertinggi pada perdagangan Selasa karena kenaikan pasar saham. Pelaku pasar menunggu hasil dari rapat Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) yang berlangsung dalam dua hari ini.

Mengutip Reuters, Rabu (26/7/2017), harga emas di pasar spot turun 0,2 persen ke level US$ 1.251,90 per ounce. Angka tersebut jatuh dari sesi sebelumnya yang mencetak rekor tertinggi. Sedangkan harga emas berjangka AS turun 0,2 persen ke level US$ 1.252,10 per ounce.

Saat ini, pelaku pasar tidak menunggu pengumuman kenaikan suku bunga acuan Bank Sentral AS. Pelaku pasar lebih menunggu petunjuk arah kebijakan suku bunga ke depannya.

"Pasar mencari kejelasan siklus pengetatan kebijakan moneter the Fed dan kapan mereka akan mulai menjalankannya," kata analis ETF Securities, Martin Arnold.

Melepas emas, investor berpindah ke pasar saham karena laporan kinerja beberapa perusahaan yang melantai di bursa menunjukkan perbaikan.

Wall Street memang mencetak rekor pada perdagangan Selasa. Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 100,26 poin atau 0,47 persen menjadi 21.613,43. S&P 500 menguat 7,17 poin atau 0,29 persen menjadi 2.477,08. Sedangkan Nasdaq Composite menambahkan 1,37 poin atau 0,02 persen menjadi 6.412,17.

Pada perdagangan sebelumnya, harga emas terangkat karena terdorong sentimen politik. Penyelidikan dugaan campur tangan dan kolusi Rusia pada Pemilu AS di 2016, dipandang sebagai hambatan untuk rencana Pemerintah AS untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Tonton Video Menarik Berikut Ini:

Artikel Selanjutnya
Harga Emas Turun Terimbas Penguatan Dolar
Artikel Selanjutnya
Harga Emas Naik ke Level Tertinggi dalam 2 Bulan