Sukses

Produksi Ladang Migas Pertamina di Luar Negeri Naik 28 Persen

Liputan6.com, Jakarta PT‎ Pertamina (Persero) mencatat kenaikan produksi minyak dan gas bumi (migas) dari ladang migas yang dikelolanya di luar negeri, selama semester pertama 2017 mencapai 28,81 persen.

‎Vice President Corporate Communication Pertamina Adiatma Sardjito mengatakan, dari ladang migas di 12 negara yang dikelola Pertamina Internasional E&P (PIEP), produksi migas Pertamina mencapai 152 ribu barel setara minyak per hari atau Barel Oil Equivalent Per Da (BOEPD). Produksi tersebut naik 28,81 persen dari tahun sebelumnya 118 BOEPD.

"Pertamina yang memiliki blok Migas di 12 negara mampu meningkatkan produksinya menjadi 152 ribu BOEPD," kata Adiatma, di Jakarta, Rabu (26/7/2017).

Adiatma merinci produksi blok migas di luar negeri sebesar 152 ribu BOEPD, terdiri dari minyak sebesar 104 ribu BOEPD dan gas 291 mmscfd.

"Sebuah tren kenaikan produksi yang sangat signifikan, karena produksi Migas semester I tahun 2016 untuk minyak 84 ribu BOEPD dan gas 197 mmscfd," ungkapnya.

Kenaikan produksi yang cukup signifikan, berasal dari produksi Maurel & Prom yang akhir tahun 2016 berhasil diakuisisi Pertamina sebesar 72,65 persen, produksi Maurel & Prom ditargetkan 30 ribu BOEPD.

Perusahaan Migas dari Perancis ini memiliki Blok Migas di Gabon, Nigeria, Tanzania, Namibia, Kolombia, Kanada, Myanmar, Italia, dan Negara lainya. Aset utama yang telah berproduksi di Gabon, Nigeria dan Tanzania.

Selain itu, produksi migas dari luar negeri Pertamina ditopang dari ladang migas di Aljazair dan Irak. Produksi migas Pertamina di luar negeri menjadi andalan untuk mengejar target produksi migas 1,9 juta BOEPD pada 2025.

"Blok di luar negeri ditargetkan mampu menyumbang produksi 650 ribu BOEPD atau, sepertiga dari produksi total Pertamina,"‎ tutup Adiatma.

Simak video menarik berikut ini:

Artikel Selanjutnya
Harga Jual Gas ke PGN Batam Naik, Negara Dapat Rp 256 Miliar
Artikel Selanjutnya
Harga Masih Rendah, Target Produksi Minyak RI di 2018 Turun