Sukses

Pembangunan Jaringan Gas Rumah Tangga Melambat, Ini Alasannya

Liputan6.com, Jakarta Lelang pembangunan jaringan gas rumah tangga dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2017 ‎mengalami keterlambatan. Meski begitu, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) optimistis proyek tersebut selesai tepat waktu.

‎Direktur Perencanaan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM Alimmudin Baso mengatakan, dalam APBN 2017 Kementerian ESDM akan membangun 57 ribu sambungan rumah tangga di 10 wilayah.

‎"2017 itu 57 ribuan, sekarang lagi berjalan di lapangan, kemarin kita lakukan mutual check, baseline dari proses mobilisasi peralatan, karena harus kerja gali-gali," kata Alimmudin, dalam forum diskusi untuk mengkaji lebih dalam mengenai proyek pembangunan Jaringan Gas (Jargas), di Jakarta, ‎Rabu (26/7/2017).

Menurut ‎Alimmudin, lelang pembangunan jaringan gas tersebut mengalami keterlambatan. Hal ini diakibatkan lelang yang molor dari jadwal, karena uang belanja proyek tersebut baru turun, sehingga pada April 2017 baru mendapat kontraktor pemenang lelang.

"Mereka kan terkontrak April, karena ada keterlambatan lelang, baru dapat pemenang di April," ucap Alimmudin.

Alimmudin mengungkapkan, meski mengalami keterlambatan dalam memulai pembangunan jaringan gas, tetapi pembangunan tetap bisa diselesaikan tepat waktu. Dia berharap kontraktor pemenang lelang bekerja dengan baik.

‎"Secara kontrak insya Allah. kita berharap mereka yg mendapatkan kontrak itu kerjanya bagus," tutup Alimmudin.

Artikel Selanjutnya
Menteri ESDM Ingin 100 Ribu Rumah Pakai Gas Bumi pada 2018
Artikel Selanjutnya
Menteri Jonan: Jaringan Gas Permudah Urusan Dapur Masyarakat