Sukses

Ini Janji BI Jika RUU Redenominasi Disetujui DPR

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) akan membuat program lanjutan terkait redenominasi atau penyederhanaan nominal di rupiah dalam rangka sosialisasi dan menjalani masa transisi tersebut.

Namun sebelum merancang program itu, BI menunggu pemerintah mengajukan Rancangan Undang-undang (RUU) Redenominasi Rupiah untuk masuk dalam perubahan Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2017.

Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara mengatakan, kajian redenominasi atau penghapusan 3 nol rupiah sudah selesai. Kini pihaknya menunggu langkah pemerintah untuk mengajukan RUU Redenominasi kepada Badan Legislasi (Baleg) DPR RI supaya masuk Prolegnas tahun ini.

"RUU harus diajukan ke DPR supaya masuk Prolegnas 2017. Setelah itu, RUU dibahas bersama DPR, dan mudah-mudahan disetujui," ujar dia di Jakarta, Kamis (27/7/2017).

Jika sudah ketuk palu disahkan menjadi UU, kata Mirza, BI baru melakukan langkah konkret dengan menyusun program redenominasi rupiah yang lebih nyata dan masif. Salah satunya sosialisasi ke masyarakat.

"Mudah-mudahan disetujui (RUU Redenominasi) sehingga kita bisa membuat program yang lebih nyata dan masif. Sebelum ada UU-nya, maka sulit buat kita bikin program yang lebih terencana karena kan program sosialisasi atau masa transisi butuh waktu 7 tahun. Jadi harus UU dulu dong," papar Mirza.

Ihwal kebutuhan anggaran redenominasi, termasuk pencetakan uang baru, Mirza enggan berandai-andai sebelum RUU Redenominasi Rupiah disahkan DPR menjadi UU. "UU-nya harus ada dulu," kata Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ex officio BI itu.

 

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

 

Artikel Selanjutnya
Masa Sidang 2016-2017, DPR Tuntaskan 17 RUU Jadi UU
Artikel Selanjutnya
Sri Mulyani Batalkan Redenominasi di 2017, Ini Kata Menko Darmin