Sukses

Wall Street Bervariasi dengan Dow Cetak Rekor

Liputan6.com, New York Wall street ditutup bervariasi, dengan indeks S&P 500 melemah akibat reaksi negatif terhadap laporan pendapatan besar seperti Amazon, Exxon dan Starbucks serta penurunan pada saham perusahaan rokok. Sementara indeks Dow industrials, mencetak rekor tinggi didukung saham Chevron (CVX.N).

Melansir laman Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average naik 33,76 poin, atau 0,15 persen ke posisi 21.830,31. Sementara indeks S&P 500 kehilangan 3,32 poin atau 0,13 persen menjadi 2.472,1 dan Nasdaq Composite turun 7,51 poin atau 0,12 persen ke posisi 6.374,68.

Meski demikian, secara keseluruhan hasil ini lebih baik dari yang diharapkan pada kuartal kedua dengan saham diperdagangkan mendekati rekor tertinggi.

Investor juga mencerna data yang menunjukkan AS ekonomi lebih cepat pada kuartal kedua, tergenjot belanja dan konsumen yang menginvestasikan dananya pada bisnis peralatan.

"Kami telah memiliki musim laporan laba yang baik. Kami telah memiliki hasil ekonomi yang cukup baik," kata Bruce McCain, Kepala Strategi Investasi Key Private Bank di Cleveland.

Investor memang mengandalkan laporan pendapatan untuk mendukung valuasi ekuitas yang relatif tinggi.

Indeks S & P 500 melemah dipengaruhi saham Amazon yang turun 2,5 persen setelah peritel online terbesar di dunia tersebut, melaporkan penjualan ritel dan keuntungannya yang turun

Demikian pula saham Altria Group (MO.N) yang anjlok 9,5 persen. Ini usai Lembaga Obat dan Makanan Amerika Serikat (AS) mengumumkan untuk meminta perusahaan ini mengurangi kadar nikotin pada rokoknya.

Altria, yang merupakan produsen rokok merek Marlboro menjadi hambatan terbesar pada indeks S&P 500. Penurunan juga terjadi pada saham British American Tobacco (BTI.N) sebesar 7,0 persen.

Sementara saham Exxon saham (XOM.N) turun 1,5 persen setelah mengeluarkan laporan labanya, sementara saham pesaingnya Chevron Naik 1,9 persen.

Sekitar 6,1 miliar saham berpindah tangan di Bursa AS, sejalan dengan rata-rata 6 miliar selama 20 sesi terakhir.

Tonton video menarik berikut ini:

Artikel Selanjutnya
Wall Street Tertekan, Sektor Ritel Bebani Gerak Bursa AS
Artikel Selanjutnya
Cetak Rekor Tertinggi, Dow Jones Dekati Level 22.000