Sukses

Deddy Mizwar Minta Pengelolaan Energi Ramah Lingkungan di Jabar

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar mengatakan, kebutuhan energi yang ada di Jawa Barat (Jabar) terus meningkat. Di sisi lain, investasi manufaktur dan penanaman modal asingnya juga tinggi.

"Penyediaan sumber energi listrik sangat vital dan strategis," kata Deddy usai berkunjung ke PLTU Cirebon Power, Senin (31/7/2017).

Dia menuturkan, pengelolaan sumber energi di Jawa Barat harus terus dilakukan. Namun, kata dia, besarnya pengelolaan energi tersebut harus seimbang dengan menjaga pelestarian lingkungan.

Sebab, lanjut Deddy, lingkungan sangat penting untuk kelangsungan hidup, jika diabaikan maka akan terjadi bencana. Dia menegaskan agar perusahaan pengelola energi di Jawa Barat harus ramah lingkungan. "Ini yang tidak boleh diabaikan, karena kalau diabaikan bisa jadi bencana," tutur dia.

Dia mengakui, manajemen pengelolaan energi PLTU Cirebon Power memiliki tingkat emisi yang sangat rendah. Namun demikian, energi yang dihasilkan masih tetap optimal.

Deddy mengaku bersama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat berkunjung ke lokasi pengelolaan PLTU Cirebon Power. Kunjungan tersebut, kata dia, untuk mengetahui proses produksi listrik dan upaya pemeliharaan lingkungan yang telah dilakukan di pembangkit listrik berkapasitas 1x660 MW ini.

Saat meninjau kolam penampungan debu batu bara (ash pond) yang selalu dalam keadaan kosong, ia menyatakan terkesan atas sistem pemeliharaan lingkungan yang telah dilakukan Cirebon Power.

Terkait polemik tata ruang yang sempat menjegal proses pembangunan pembangkit listrik unit 2 Cirebon Power, Deddy menyatakan tantangan itu bisa diakomodasi dalam revisi Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW).

"Tata ruang itu bisa saja diubah, direvisi setiap 5 tahun sekali, apalagi untuk kepentingan strategis. Tetapi AMDAL nya harus betul-betul dibuat jangan sampai merugikan masyarakat dan ekosistem, betul-betul harus profesional," kata dia.

Sementara itu Environmental Manajer Cirebon Power, Edi Wibowo mengatakan proyek PLTU Unit 2 Cirebon Power tengah dalam masa persiapan konstruksi. Proyek ini adalah salah satu pembangkit listrik dalam daftar proyek strategis nasional, untuk menyukseskan program listrik 35.000 MW yang dicanangkan Presiden Joko Widodo.

Pembangkit listrik berkapasitas 1 x x 1000 MW ini akan mengadopsi teknologi ultra super critical boiler yang lebih efisien. "Nantinya akan menambah pasokan daya untuk sistem kelistrikan Jawa – Bali," ujar dia.

Dia mengatakan teknologi pembangkit listrik super critical boiler tersebut berhasil menjaga emisi gas buang jauh di bawah ambang batas yang ditentukan pemerintah. "Dengan super critical, kami bisa memproduksi listrik dengan batubara kalori rendah, sehingga bisa menekan emisi sekaligus meningkatkan efisiensi," kata dia. (Panji Prayitno)

 

Saksikan Video Menarik di Bawah Ini:

 

 

Artikel Selanjutnya
Memerdekakan Sungai Ciliwung Dari Sampah
Artikel Selanjutnya
Begini Jurus Wagub Jabar Terapkan Formula 3A ala Arief Yahya